Bupati : Tambang PETI Dongi-Dongi, Harus Mendahulukan Kepentingan Masyarakat

Bupati Poso, dr. Verna GM Inkiriwang

50detik.com – Bupati Poso dr. Verna GM Inkiriwang  secara tegas  menyampaikan  bahwa perambahan hutan yang kemudian berubah menjadi  pertambangan  liar. Jangan sampai tindakan ini merugikan warga Dongi-Dongi, termasuk pemerintah daerah kabupaten Poso.

Pernyataan tegas tersebut, di sampaikan ketika bupati   menerima  aspirasi  dari sejumlah tokoh  masyarakat  Lore,  yang kemudian di tindaklanjuti  melalui  rapat lintas sektoral  melibatkan  jajaran  Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Balai Besar Taman Nasinal Lore Lindu (BTNLL).

“Permasalahan Tambang Emas Tanpa Ijin (PETI) berlokasi  di wilayah kepolisian  Dongi-Dongi. Jangan sampai berdampak kepada kerusakan ekosistim alam,  apalagi tidak menciptakan kesejahteraan dan  kemajuan bersama bagi  masyarakat Dongi-Dongi,” Tegas  pemimpin perempuan  paling  getol  membela warganya.

Rapat Pembahasan Tambang PETI Dongi-Dongi

Arogansi alam tidak terkendali di  areal  tambang. Akibat ulah   oknum  dan kelompok tidak  bertanggungjawab. Mengakibatkan  warga  mulai di hantui kegelisahan akan menuai resiko bencana alam.

Kondisi demikian pada akhirnya  mendorong tim Satuan tugas (Satgas) Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) melakukan operasi  bersama. guna  pengendalian pengangkutan tanah untuk di ambil butiran emasnya  dari areal di duga kuat sebagai  Reff gunung berapi, di tambah lagi   rawan longsor.

Situasi semakin rumit karena para pelaku bukan hanya merusak lingkungan, masih di tambah pula dengan tidak memiliki ijin resmi, termasuk tidak satupun yang membayar pajak kepada negara. Yang paling di rugikan dari kejadian  di Dongi-DSongi,  adalah pemerintah kabupaten Poso, dan masyarakat setempat.

“Kami sebagai  pemerintah, tentu saja  menyambut baik, sekaligus  memberi  dukungan atas  upaya tersebut. Kegiatan penambangan liar di Dongi-Dongi itu bukan saja  merugikan kabupaten Poso, tetapi juga warga yang berdiam di sana,” Tanggap bupati Poso.

Yang mengejutkan dari  pertemuan pemerintah, BBTNLL, bersama tokoh masyarakat ini. Adalah  penyampaian sekaligus  Pengakuan dari kepala  BBTNLL Hasmudin Asmir. Yang mengatakan bahwa  bupati  Poso sudah beberapa kali bertemu dengan pimpinan Taman Nasional, umtuk meminta agar tambang PETI di areal  Taman Nasional  itu  harus ada  solusi, dan penyelesaian cepat.

Tindakan agresif kepala daerah baru setahun menjabat itu, akhirnya  mendapat tanggapan serius dari Taman Nasional, melalui  Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistim (KSDAE), serta Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.

” Respon yang kami dapatkan di atas, semuanya  berkat usaha dan keuletan  ibu Verna  melakukan Lobi ke pemerintah pusat. Dan kalau tidak ada halangan, persoalan tambang liar yang kita bahas hari ini, akan selesai dan Clear Tahun ini juga. Sejarah baru akan mencatat bahwa  kerumitan tambang  emas dongi-dongi.  Justru  bupati perempuan yang mampu  menyelesaikanya,” Ujar Kepala Balai BTNLL bernada mengakui.

Terpisah – Masih berkaitan kelanjutan penyelesaian tambang emas menuai polemik. Bupati  Verna  tidak menampik  bahwa usahanya mencari solusi  terbaik dari Balai Taman Nasional sudah memiliki titik terang, tetapi harus melalui proses mengingat lokasinya masih di kawasan hutan lindung.

” Mengurus tambang dongi-dongi tidak semudah membalik telapak tangan. Ada proses yang harus kita lewati  mengingat lokasinya berada di kawasan  hutan lindung. Kalaupun kedepan  perjuangan kami  memperoleh kelonggaran dari pemerintah pusat, maka  usaha ini harus  memilki  payung hukum resmi, kemudian berimbas  pada kesejahteraan masyarakat Poso,”  Tutur bupati Verna, kepada wartawan 50detik.com. Minggu, (24/4)

Mantan Runner UP putri Indonesia yang akhirnya  menggeluti dunia politik  ini menambahkan.  Bahwa pembahasan polemik dongi-dongi, masih akan di lanjutkan melalui  pertemuan dengan pemerintah Provinsi, serta pejabat teras lainya

” Setelah kita merayakan hari raya lebaran, kami  akan menindaklanjutinya melalui  rapat bersama  pak gubernur, Balai BTNLL, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta seluruh stekeholder terkait. Inti pertemuan itu, adalah upaya finalisasi tambang  PETI dongi-dongi, supaya memiliki status dan kepastian hukum,” Katanya.

Penulis : Ferdinand Puahadi

 

Pos terkait