Palu, 50detik.com– Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Kabupaten Morowali Utara menggelar Rembuk Stunting bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Rabu (27/4/2022).
Rembuk stunting dengan tema “Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Morowali Utara” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Morowali Utara DR. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS didampingi Wakil Bupati H. Djira K, S.Pd.,M.Pd, Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Ir. Musda Guntur, MM dan Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali Utara Ny. Febriyanti H.D.J Hehi, S.Si Apt.
Kegiatan ini diikuti oleh para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait penanggulangan Stunting, Direktur RSUD, para Camat, para Kepala Puskesmas, Kepala BPJS Kesehatan, para Kepala Desa locus stunting di Kabupaten Morowali Utara.
Dalam sambutannya Bupati Delis mengemukakan, “Bahwa Pemkab Morowali Utara sebagai salah satu lokus penurunan angka stunting nasional. Dimana stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar dibawa rata-rata dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk”.
Menurut WHO, batasan prevalensi stunting suatu wilayah sebesar 20% dan target nasional 2024 angka stunting mencapai 14%. Berdasarkan survey status gizi balita Indonesia tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Morowali Utara sebesar 35,50% dan tahun 2021 prevalensi stunting sebesar 24,6% meskipun sudah menurun tapi masih jauh dari batasan WHO.
Saat ini Morowali Utara telah menetapkan calon desa lokus stunting tahun 2023 yang tersebar di 10 Kecamatan yang difokuskan dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting.
“Perlu kita pahami bersama bahwa stunting dan gizi buruk lebih berkaitan kepada kesalahan pola asuh orang tua kepada anak, terutama dalam hal konsep pemenuhan kebutuhan gizi anak dalam usia tumbuh kembang,” pungkasnya menutup sambutan.
Sumber: Humas BKKBN Sulteng





