Pasangkayu,50detik.com — Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu dari Partai NasDem, Arham Bustaman, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bendungan persawahan dan jembatan penghubung antara Desa Pangiang dan Polewali, menyusul keluhan warga yang khawatir terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Kamis (31/7)
Dalam kunjungannya, Arham didampingi oleh tim dari Dinas PUPR, Bappeda Litbang Pasangkayu, dan Kepala Desa Pangiang. Mereka bersama-sama melihat langsung kerusakan yang terjadi di lapangan.
Menurut Arham, kondisi bendungan yang berfungsi sebagai pembagi air ke areal persawahan warga sudah sangat memprihatinkan. Bila tidak segera diperbaiki, ia khawatir ratusan hektar sawah di Pangiang bisa terancam kekeringan saat musim tanam.
“Bendungan ini vital bagi pertanian warga. Jika rusak dan dibiarkan, suplai air ke sawah akan terganggu dan berdampak pada hasil panen. Ini perlu perhatian serius,” ujar Arham
Selain bendungan, ia juga menyoroti kondisi jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat dari Pangiang ke area perkebunan dan desa tetangga. Jembatan tersebut saat ini kondisinya sudah tidak layak, lantai kayu mulai lapuk dan berisiko membahayakan pengguna.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Jembatan ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga, terutama petani dan pekebun. Harus ada solusi konkret,” tambahnya.
Politisi NasDem itu berharap hasil kunjungan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, baik dalam bentuk perencanaan teknis maupun alokasi anggaran.
“Semoga dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita bisa segera bergerak. Masyarakat butuh solusi,” tutup Arham.(*)
