Aparat Kepolisian Diminta Tegas Lakukan Pengawasan BBM Di SPBU, Serta Dapat Menekan Tingginya Harga BBM Yang Diberlakukan Pengecer Di Buol

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buol, Drs. Moh. Yamin Rahim, M.Hum

Laporan : Suleman DJ. Latantu 

BUOL, 50.Detik.Com. Puluhan pengecer
bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan Pertamax di Kabupaten Buol saat ini melakukan penjualan jenis BBM tersebut untuk kebutuhan kendaraan bermotor. Menyusul tidak adanya pasokan BBM dari Pertamina Tolitoli selama beberapa hari terakhir untuk di suplay ke 2 unit SPBU yang ada.

Tampak salah satu pengecer yang berlakukan harga BBM Rp 20.000/botol

Pantauan media ini menyebutkan, di sejumlah titik dalam kota buol terdapat warga yang tiba tiba membuka penjualan BBM dengan cara mengecer termasuk diantaranya puluhan kios lainnya juga menjual BBM jenis yang sama. Sementara harga penjualan BBM tersebut rata rata Rp 20.000/ botol yang sebelumnya harga biasanya hanya sebesar Rp 10.000/botol. Kondisi seperti ini dimanfaatkan sejumlah warga untuk mencari keuntungan akibat tidak adanya pasokan BBM yang di suplay ke SPBU yang ada di Buol.

Pengakuan sejumlah pengecer, stok BBM yang mereka jual itu dibeli, berasal dari Toli Toli melalui calo dengan harga Rp 550 ribu per gelon dengan isi senanyak 35 liter dan selanjutnya dibawa ke buol menggunakan mobil mobil rental.

” Jadi minyak ini kami beli dari Tolitoli melalui calo dengan harga rata rata Rp 550 ribu/galon. Dan selanjutnya kami jual kembali dengan harga Rp 20.000/botol” tutur mereka kepada media ini saat melakukan investigasi di lapangan

Sementara informasi yang dihimpun menyebutkan, selain itu sebagian para pengecer juga memperoleh jatah BBM dari SPBU di Buol termasuk sejumlah pemilik Pertamini yang ada. Namun penuturan operator di SPBU Leok.dan SPBU Kampung Bugis, bahwa mereka tidak pernah melayani pengisian galon kepada pengecer. Para pengecer yang ada ini, rata rata membeli BBM itu dari Tolitoli dan Gorontalo

Tampak Salah satu kios di buol yang juga berlakukan harga BBM Rp 20.000/botol

” Kami tidak pernah melayani pengisian galon untuk para pengecer. Dan kalau ada pengecer yang bilang kalau BBM itu mereka peroleh dari sini, itu tidak benar,” ujar salah seorang operator SPBU di Kampung Bugis.

Menyikapi adanya puluhan pengecer yang menjual BBM dengan harga yang sangat mahal, sejumlah tokoh masyarakat minta agar pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pengawasan sekaligus menekan tingginya harga BBM yang dijual oleh para pengecer selama ini. Karena hal itu sangat menyusahkan masyarakat terutama para pengguna kendaraan

“Pada dasarnya, pemerintah Kabupaten Buol melalui petugas terkait, harus pro aktif melakukan pengawasan dan interviu kepada para pengecer, apakah benar BBM yang dijual dengan harga tinggi mereka beli dari Toli Toli melalui calo” tanda mereka kepada media ini..

Sementara Kadis Perhubungan Kabupaten Buol Drs. Moh. Yamin Rahim, M.Hum

mengatakan, terkait adanya kelangkaan BBM selama ini perlu dilakukan upaya pengawasan dari pihak aparat kepolisian dan TNI di SPBU yang ada. Guna untuk mencegah adanya praktek percaloan dalam setiap pengisian BBM tersebut. Apalagi prektek percaloan itu sebelumnya sudah pernah ditemukan. Sehingga untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrok antar warga perlu ada pengawasan secara langsung oleh pada SPBU.

” Jadi, ini perlu ada ketegasan dari aparat Polri dan TNI dalam melakukan pengawasan, termasuk penjualan BBM yang diberlakukan pengecer dengan harga tinggi juga perlu disikapi. Karena sangat jelas, harga yang ditetapkan pengecer sudah tidak wajar dan diluar kemampuan daya beli masyarakat secara umum” ucap Yamin, kepada media ini di ruang kerjanya Senin (4/4-2022).

Selanjutnya, terkait adanya informasi tentang pembelian BBM dari Toli Toli oleh para pengecer yang dimuat menggunakan mobil rental, menurut Yamin, pihaknya akan meniklanjutinya melalui koordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan pengawasan ke wilayah perbatasan

” Insallah, saya akan berkoordinasi untuk melakukan pengawasan di wilayah perbatasan tehadap mobil rental yang diduga memuat BBM untuk disuplay kepada para pengecer dan selanjutnya di jual ke Buol dengan harga tinggi” jelas Yamin

Pos terkait