Tim Balai Besar PU Wilayah III Palu Tinjau Abrasi Pantai Desa Pangiang

Pasangkayu,50detik.com — Kekhawatiran warga terhadap ancaman abrasi sungai dan pantai akhirnya mendapat perhatian serius.

Tim dari Balai Besar PU Wilayah III Palu turun langsung melakukan survei di Desa Polewali dan Desa Pangiang, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan ini berangkat dari laporan dan proposal yang telah diajukan sebelumnya oleh pemerintah Desa Polewali dan Pangiang terkait kondisi abrasi yang kian mengkhawatirkan.

Di Desa Polewali, abrasi Sungai  dilaporkan terus menggerus wilayah pemukiman warga bahkan mengancam akses vital seperti jalan Trans Sulawesi.

Tim survei langsung meninjau dua titik paling rawan di Desa Polewali, yakni Dusun Duria Biro dan Mulyosari.

Selain itu, mereka juga mengecek kondisi abrasi pantai di Desa Pangiang yang dilaporkan telah mengikis badan jalan poros provinsi.

Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi oleh kepala dusun serta warga setempat yang turut menunjukkan langsung titik-titik terdampak.

Sekretaris Desa Polewali, M. Rifhal, menyampaikan apresiasi atas respon cepat dari Balai Besar PU Wilayah III Palu dalam menindaklanjuti usulan yang telah diajukan sejak 2025.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini sehingga tim dari Balai wilayah III Palu bisa turun langsung ke lokasi survei,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran anggota DPRD, Arham Bustaman, yang telah memfasilitasi penyampaian proposal pemerintah desa hingga mendapat perhatian dari pihak balai.

Rifhal berharap hasil survei ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk pembangunan atau penanganan konkret, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya secepat mungkin.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pangiang, Rizal. Ia berharap kehadiran tim survei menjadi langkah awal penanganan serius terhadap abrasi pantai yang semakin parah.

“Kami berharap abrasi ini bisa segera diatasi sebelum dampaknya semakin meluas,” ungkapnya.

Diketahui, kondisi abrasi di wilayah ini memang telah berlangsung cukup lama dan terus mengalami peningkatan, terutama saat musim hujan dan gelombang tinggi.

Warga pun kini menaruh harapan besar pada hasil survei tersebut agar segera ada solusi nyata demi melindungi pemukiman dan infrastruktur penting di wilayah mereka. (*)

Pos terkait