Laporan: Masruhim Parukkai

Majene, 50detik, com- Setelah 30 tahun lebih berpisah sejak menyelesaikan study sarjana muda (BA) 1986, di IAIN Alauddin Ujjngpandang Filial Majene, Ahad (11/9) akhirnya bertemu juga di rumah Rasida, BA, S.Pd.I di Simullu, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar.

Pertemuan yang digagas Rahmatiah, BA merupakan pertemuan rutin setiap bulan dengan pendekatan arisan antar alumni bagi yang mukin di Majene, tetapi bagi sebagian alumni yang berada di luar daerah, merupakan pertemuan kali pertama setelah 30 tahun lebih berpisah karena sama mencari jalan hidup masing-masing.

Penulis termasuk yang baru bertemu beberapa teman setelah menyelesaikan studi sarjana muda.

Menurut Rahmatiah UA, BA, kehadiran alumni IAIN tersebut memang tidak seramai pertemuan-pertemuan sebelumnya, karena banyak teman alumni punya kegiatan bersamaan, meski demikian suasananya cukup cair, karena semua yang hadir memunculkan cerita dan pengalaman masing-masing saat kuliah.

Halimah, BA menjadi sasaran guyonan, mulai dari nyontek bawa kertas jawaban soal ujian kalau semester yang diselip di lengan baju, hingga membuat catatan di telapak tangan, begitu juga Hasnah yang kepincut jatuh cinta pada seorang dosen dengan tujuan agar nilai ujiannya tetap aman lulus, sambil memperaktekkan cara menyembunyikan kertas ujian di lengannya

Nurrahmah, BA yang muncul belakangan langsung meledak-ledak kocok perut, gara-gara sempat jadi tukang cuci di rumah dosen, hanya untuk memberi kesempatan pada temannya bercerita berdua dengan sang dosen, dan untungnya saat mencuci pakaian selalu menemukan uang duapuluh ribuan, dan dibagi dengan Halmah.

Bacong, BA, SH sang panitera Pengadilan Agana (PA) Mamuju, ikut kocok perut dengan menceritakan kisah cintanya dengan teman kerjanya di salah satu PA diawal bertugas sebagai ASN.

Dan yang beruntung adalah tuan rumah Rasida dan Rosmianti, BA sebab keduanya keluar namanya sebagai penerima arisan masing-masing senilai Rp 500 ribu.