Morowali,50detik.com- Beranjak dari kalurahan Matano, dihari yang sama (10/12) Rombongan Perwakikan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dan Komisi IX DPR RI menuju ke Desa Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali sebagai lokasi terakhir pelaksanaan sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana di tahun 2020.



Pada kesempatan itu Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Anwar Hafid, M.Si yang berhalangan hadir kembali diwakili oleh Tenaga Ahli Mohammad Taufan mengatakan bahwa program KB bukan hanya penggunaan alat kontrasepsi semata namun juga soal pembangunan Sumber Daya Manusia melalui perencanaan pendidikan, bekerja, berkeluarga, memiliki anak dan kemapanan keluarga.


Menurutnya agar tercapainya program KB dan pembangunan SDM untuk itu DPR hadir mendukung dan mengawasi jalannya program
“Insya Allah, DPR dalam hal ini membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan selalu mendukung Program Bangga Kencana ini,” Terangnya.


Senada dengan hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali Ashar Maaruf, SE  mengungkapkan pertumbuhan penduduk bila tidak dikendalikan sejak dini maka bisa berdampak pada segala sektor. Terlebih tingginya angka perkawinan pertama pada wanita usia dibawah 20 tahun di Sulteng yang juga menyumbang tingginya angka kelahiran ibu usia 15-19 tahun dimana jika tidak di atasi salah satunya akan menyebabkan stunting, dimana diketahui Morowali menjadi salah satu Pro PN Lokus Stunting di Sulawesi Tengah

“Hal ini harus menjadi perhatian dan kerjasama semua pihak Agar kualitas keluarga dan SDM kita juga semakin maju dan meningkat,” katanya.

SUMBER: HUMAS BKKBN SULTENG