Laporan: Mulyadi T Bua

Bangkep50detik.com- Suku Sama atau biasa disebut suku Bajo, merupakan salah satu suku di Indonesia yang terkenal sebagai suku yang hidup berpindah-pindah khususnya di wilayah perairan.

Namun saat ini, kehidupan dari suku Bajo tidaklah senomaden para pendahulu mereka, banyak dari anggota suku Bajo yang telah menetap tinggal di suatu wilayah daratan. Salah satunya Desa Bongganan yang termasuk ke dalam wilayah ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulawesi Tengah.
Rumah tancap tertata rapi memanjang menyusuri tepi pantai Salakan menjadi pemandangan yang khas

Rizal Aripa (39) salah seorang masyarakat Suku Bajo di Bongganan menuturkan meskipun kini banyak yang sudah menetap di satu tempat, kehidupan Suku Bajo tetap tidak bisa dilepaskan dari laut. Bahkan bisa dibilang mereka masih jauh lebih nyaman berada di air daripada daratan. Suku Bajo juga sudah mengajarkan anak-anaknya untuk bisa bertahan hidup di lautan sejak usia balita.

Orang Bajo berprofesi sebagai nelayan. Keahlian mereka sebagai penjelajah laut terjadi secara turun-temurun yang sudah menjadi tradisi mereka. Sejak kecil, anak-anak Suku Bajo sudah diajarkan teknik memancing dan menyelam oleh orang tuanya. Mereka menyelam, mencari ikan, gurita, atau makhluk dalam air lainnya.

Orang-orang Suku Bajo juga dikenal ramah terhadap pengunjung. Keramahan anak-anak hingga orang dewasa Suku Bajo tidak akan terlupakan ketika mendatangi Bongganan.

“Kehidupan kami bersahaja, memanfaatkan keramahan alam untuk menuhi kebutuhan kami,” paparnya.

Namun sepenggal kisah diatas masih ada asa yang diharap warga Bongganaan kepada pemerintah. Apa itu..?. Yakni masalah lingkungan yang mengusik kenyamanan mata memandang. Seperti penanganan sampah dan sanitasi.

Bak gayung bersambut keinginan warga itu kemudian direspon positif oleh Pemerintah Banggai Kepulauan. Dimana pemukiman suku Bajo di sepanjang bibir pantai Salakan, direncanakan akan di ‘didandani’.
Agar pemukiman padat penduduk itu lebih tertata rapi.

Pemerintah Banggai Kepulauan (Bangkep) mulai tahun anggaran 2020, secara bertahap akan menggelontorkan milyaran rupiah untuk merubah wajah Bongganan.

Tahap awal pemerintah telah memproyeksikan revitalisasi pemukiman Desa Bongganan, sebesar Rp4 miliar. Jumlah itu untuk membiayai pembuatan titian, sanitasi dan bantuan pembangunan 60 unit rumah layak huni.

Patut dinanti seperti apa wajah Bongganan pasca proyek revitalisasi yang dilaksanakan pemerintah.***