Laporan: Rahmat

Palu. 50detik.com–Kepala perwakilan Ombudsman Sulteng, H Sofyan Farid Lembah, SH, MHum meminta pada Pemerintah Provinsi Sulteng untuk segera menutup bandara.

“Sebaiknya bandara mulai dipikirkan untuk ditutup. Sia sia kita menutup perbatasan sementara pintu masuk lewat udara juga pelabuhan tidak. Kita kuat di darat, tapi lemah di laut dan udara,” ungkap Sofyan, di Palu.

Masalahnya, kata Soyan, setiap hari harus terima masuk warga dan pejabat dari kunjungan Jakarta, Makassar dan Surabaya, 3 daerah yang pademi tinggi.

“Setiap hari diantara mereka harus menjadi ADP bahkan PDP. Satu persatu sahabat kita mulai dicurigai suspect. Belum dari TKI yang baru datang,” terangnya.

Dikatakan, meski belum ada yang positif terkena, namun perlu khawatir jika tidak tegas.

“Kita tidak melengkapi sarana prasarana di RS seperti APD standard bagi tenaga medis juga pemenuhan SOP penanganan dan kesadaran social distancing yang masih di bawah level patuh, maka siap siap kita menghadapi ledakan kasus,” tegasnya.

Menurut mantan Sekretaris BKPRMI sulteng itu, lockdown Sulteng perlu dipikirkan meski kendala pengiriman sampel ADP dan PDP masih harus gunakan jasa maskapai penerbangan.

“Perlu koordinasi pengambilan kebijakan lockdown, segera,” tandasnya.