DONGGALA,50detik.com – Suasana penuh semangat dan kebanggaan nasional terasa di halaman SD PT Lestari Tani Teladan (LTT) saat seluruh siswa dan guru menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Tahun ini peringTan Hari Sumpah Pemuda terasa istimewa dengan kehadiran anggota TNI Batalion 714, di mana Kapten Sujito bertindak sebagai pembina upacara di SD PT LTT di Desa Towiora, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (28/10/2025).
Upacara berlangsung dengan khidmat. Lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang menggetarkan suasana, disusul pembacaan teks Sumpah Pemuda yang membawa keharuan dan rasa bangga akan semangat perjuangan para pemuda 1928.
Dalam amanatnya, Kapten Sujito berpesan kepada para siswa untuk meneladani semangat juang para pemuda masa lalu dengan cara yang relevan di masa kini.
“Pemuda zaman sekarang tidak lagi berjuang dengan bambu runcing, tetapi dengan semangat belajar dan berbuat baik. Dulu para pemuda bersatu melawan penjajahan, sekarang kalian harus bersatu untuk memajukan Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya nilai persatuan, cinta tanah air, dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.
“Meskipun berbeda suku, agama, dan daerah, kita semua tetap satu, Indonesia,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah peserta upacara.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan profesi TNI oleh anggota Batalion 714. Para siswa antusias menyimak penjelasan mengenai tugas-tugas TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Suasana makin semarak saat digelar kuis bertema Sumpah Pemuda, di mana para siswa berebut menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah dari anggota TNI.
“Seru sekali! Aku jadi semangat belajar supaya bisa memajukan negara tercinta!” ujar salah satu siswa, Vistan yang penuh antusias.
Acara ditutup dengan foto bersama antara siswa, guru, dan anggota TNI. Senyum cerah menghiasi wajah semua peserta, mencerminkan semangat persatuan yang diwariskan oleh para pemuda 1928.
Kepala Sekolah, Hasniati menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi anggota TNI.
“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat cinta tanah air sejak dini. Anak-anak belajar bahwa persatuan dan semangat juang itu tidak lekang oleh waktu,” tutur Hasniati dalam keterangannya.
Kegiatan edukatif dan inspiratif ini menjadi momen berharga bagi seluruh warga sekolah, sekaligus pengingat bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air harus terus dijaga oleh generasi muda Indonesia. (*)





