MAJENE, 50detik.com  – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Ir H Husain Syam MTP IPU, menegaskan, daerah Sulawesi Barat mesti melakukan percepatan pembangunan diberbagai lini, khususnya pemulihan di sektor pendidikan pascabencana alam mengguncang wilayah kabupaten Majene-Mamuju pada tanggal 14-15 Desember 2021.

“Ketika saya mendapatkan informasi terjadi bencana alam di Sulbar, maka kami langsung menghitung tingkat kerugian. Dengan begitu, aksi kemanusiaan yang kita laksanakan terukur,” kata Prof Dr Ir H Husain Syam saat meninjau kembali korban gempa bumi yang ada di Desa Kayuangin kecamatan Malunda kabupaten Majene, Rabu, 9/2/2021.

Menurutnya, ribuan orang saudara kita yang sedang tertimpah musibah merasakan psikologis trauma yang harus dipulihkan.

Bukan hanya itu, permasalahan pendidikan harus dikembalikan setelah terjadi musibah gempa bumi menerjang kabupaten Majene-Mamuju Provinsi Sulbar, dengan kekuatan 6, 2 SR.

“Dampak bencana itu yang perlu ditangani secara tuntas termasuk mengembalikan semangat para guru guru yang saat ini sedang mengalami trauma yang harus dipulihkan semangatnya. Makanya, peristiwa kegempaan ini saya ikut melakukan penelitian untuk mengukur dampak yang telah ditimbulkan,” ujar Husain Syam.

“Kita bisa persoalkan jika dampak gempa bumi ini banyak korban yang berjatuhan jika lamban dalam penangan kedaruratan pascagempa,” kata dia.

Selaku putra daerah kata dia, jiwanya merasa terpanggil untuk memastikan pemulihan pascabencana gempa bumi yang telah memporak-porandaksn rumah penduduk, rumah ibadah serta gedung pemerintahan.

“Konsep pemulihan di sektor pendidikan harus tertangani secara tuntas, termasuk persoalan penangan infrastruktur pendidikan. Maka dari itu, semua pihak harus menjadi bagian terpenting untuk memulihkan dampak bencana,” terang orang nomor satu di UNM ini.

Selain itu, rombongan rektor UNM juga menggulirkan program khusus bagi mahasiswa asal Provinsi Sulawesi Barat, yang terdampak bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah kabupaten Majene-Mamuju pada tanggal 14-15 Januari 2021.

‘Mahasiswa UNM yang terdampak gempa bumi di Sulbar jumlahnya lebih dari 300 lebih. Semua mahasiswa itu kita gratiskan biaya semester sebagai bentuk apresiasi untuk meringankan beban yang terdampak gempa bumi di Sulbar,” katanya.

Rektor mengatakan, pembebasan SPP bagi mahasiswa yang terdampak jumlahnya mencapai angka Rp2 milyar lebih dengan asumsi setiap mahasiswa digratiskan biaya Rp6 juta per semester. Angka itu cukup besar, tetapi apapun itu kita harus hadir memberikan bantuan terhadap mahasiswa yang terdampak gempa bumi. ****

Penulis Acho Antara