Laporan: Egi Sugianto

Pasangkayu, 50detik.com– PS Matra dipaksa membuang jauh-jauh impian berlaga di babak 16 besar Liga 3 Indonesia 2019 setelah kalah bersaing di babak penyisihan grup E yang berlangsung di stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Jateng, Senin (16/12/2019) lalu.

Kegagalan PS Matra tahun ini bak menelan pil pahit. Pasalnya tim yang ditangani pelatih asal Palu Sulteng Kamaluddin itu meraih hasil minor dengan catatan buruk tanpa kemenangan sekalipun.

Dari tiga laga yang dilalui PS Matra meraih hasil sekali seri skor 3-3 ketika berhadapan dengan Persidago Gorontalo. Kemudian dua kekalahan beruntung, yakni menghadapi Persijap Jepara dengan skor telak 0-4, dan kalah di laa terakhir menghadapi Perseden Denpasar skor 0-2.

Dengan hasil tersebut, PS Matra berada di posisi buncit klasemen Grup E dengan poin 1, sementara peringkat pertama adalah Persijap Jepara dengan poin 6, disusul Perseden Denpasar dengan sama, tapi kalah dari selesih gol. Dan diperingkat ketiga adalah Persidago Gorontalo dengan empat.

Atas kekalahan itu, warga pasangkayu meminta kepada management PS Matra agar tak menggunakan jasa pelatih asal Palu tersebut, di laga-laga selanjutnya.

Kehadiran Kamaluddin melatih PS Matra di Pasangkayu, dianggap tak memberikan efek posit terhadap kemajuan sepakbola di daerah ini. Pasalnya mantan Persipal Palu itu, terkesan hobbi mendatangkan pemain luar dan pengabaikan pemain local.

“Kami ingin sepakbola pasangkayu maju. Solusinya PS Matra jangan pernah mendatangkan lagi Kamaluddin di Pasangkayu dalam kapasitasnya sebagai pelatih,” sebut fans PS Matra di Pasangkayu.

Disampaikan selama ini, Kamaluddin dinilai tak pernah mengorbitkan dan melatih dengan baik anak lokal di Pasangkayu.

“Dia selalu bawa pemain dari luar yang notabene pemain yang sudah bagus sehingga ada local selalu tak mendapat ruang,” sebuta warga yang meminta namanya tak disebutkan. (egi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here