Laporan Mulyadi T Bua

Luwuk50detik.com-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan (PWI) Sulteng angkatan IX yang digelar di Hotel Swiss Bellin Luwuk, hari ini ditutup.

PWI Sulteng yang bekerja sama dengan JOB Tomori ‘sukses ‘mencetak’ 10 wartawan dengan status kompetensi, hari ini Selasa (22/9/2020) resmi ditutup.

Diketahui UKW dilaksanakan selama tiga hari dimulai sejak tanggal 20 – 22 September 2020 diikuti 10 orang peserta.

UKW yang kedua kalinya di laksanakan di Kabupaten Banggai ini, tentu mengesankan bagi para peserta.

Salah seorang wartawan Tabloid Obor Motindok, Wartawan Taib, mengatakan bahwa kegiatan UKW adalah bentuk pelatihan bagi wartawan agar lebih memahami regulasi tentang jurnalistik.

“Untuk ikut UKW ini saja, saya harus menunggu selama tiga bulan dengan menyiapkan berbagai persyaratan. Dan setelah tiga hari mengikuti proses UKW, Alhamdulillah hasilnya memuaskan, ujarnya.

Relation And Land Matters section Head JOB Tomori, Ruru Rudianto, dalam sambutan pada moment penutupan mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen JOB Tomori untuk meningkatkan stakeholder yang ada di Kabupaten Banggai.

“Kegiatan seperti peningkatan stakeholder adalah salah satu program perusahaan berkelanjutan. Yang setiap tahunnya akan rutin dilakukan,” papar Ruru.

Sementara Prof. Rajab Ritongga Direktur Kantor Berita ANTARA yang juga menjabat Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, menekankan pentingnya mengikuti UKW serta menyarankan kepada peserta UKW yang lulus/kompeten untuk tidak melakukan pelanggaran dalam menulis berita,

“Mengikuti UKW kita sebagai wartawan membuktikan bahwa anda lulus sebagai wartawan kompeten. Pentingnya atribut ini jika di implementasikan untuk memudahkan kita sebagai wartawan didalam peliputan.BSaya harapkan rekan wartawan perlu kehatian-hatian didalam menulis berita. Jangan sampai dikemudian hari bermasalah, sehingga membawa nama media dan lembaga kita. Mudah-mudahan ilmu yang didapat ini bisa berguna,” tutup Ritonga.

Selanjutnya, Ketua PWI Sulteng Mahmud Matangara, menyampaikan kepada wartawan yang telah menyandang status kompoten harus menjaga marwah profesi. Dan dapat mengembangkan karier serta menyajikan karya-karya jurnalistik yang berkualitas.

“Jadilah wartawan yang profesional, untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Stop wartawan Abal-abal,” kata Mahmud.

Dandim 1308 LB Letkol, Fanny Pantouw, dalam sambutannya mengajak wartawan untuk selalu bekerjasama dengan berbagai pihak, agar komunikasi publik dapat berjalan dengan baik pula.

“Berharap agar wartawan yang telah kompoten dapat menjadi mentor bagi rekan-rekan sesama jurnalis, yang belum ikut UKW. sekaligus juga saya menitip pesan kepada wartawan jangan menjadi penulis yang provokatif dan menyajikan berita-berita propaganda,” tandasnya***