PALU 50detik . Com –  Akhir –akhir ini  partai Demokrat  menjadi  perbincangan  publik   akibat   boikot  politik  yang di lakukan  kubu  Moeldoko  dan kawan – kawan  di tingkat pusat,  yang ingin  merebut   ketua  umum Partai  berlambang Mercy tersebut,  dari ketua  umum yang sah,    Agus  Harimurti  Yudoyono (AHY ). Rancangan  jahat  itu  di lakukan  melalui  Kongres Luar Biasa  (KLB)  Deli Serdang  yang kemudian menghasilkan  putusan  menunjuk  Moeldoko sebagai  ketua  umum versi  KSP Moeldoko dan  KLB Deli Serdang.

Tindakan  Moeldoko yang sampai  saat ini masih  menjabat sebagai  Kepala Staf Presiden  (KSP)  pemerintahan   Joko Widodo (Jokowi ).  Akhirnya menuai  kritik  dari berbagai  pihak  karena  kapasitasnya  sebagai  pejabat negara, tetapi  secara  bersamaan  memasuki   ruang politik   praktis  dengan   merebut   Partai Demokrat  dari  kepengurusan yang  sah.

“ Saya saja tahu berita ini di media. Tanggapan saya,  Beliau itu kan pejabat negara aktif.  Rasanya  kurang  elok  bila  pak Moeldoko  melibatkan  diri  ke politik  apalagi   yang berkaitan dengan perebutan  partai.  Uruslah dulu kami  rakyat  kan  pemilu  masih  lama juga,”  Ujar  Syukur warga  petani  sayur dengan  bahasa  polosnya.

Terpisah –  Terkait  gugatan   di lakukan  kubu Moeldoko  dan  sejumlah  kader  telah di  pecat  sebelumnya.  Ternyata  tidak berpengaruh  besar  pada  kepengurusan  partai di  daerah Provinsi Sulawesi  Tengah (Sulteng).

Hal  ini  terlihat  jelas  dari  antusias   sejumlah kader  yang  sedikitpun  tidak  terpengaruh dengan  isyu  tersebut bahkan mereka  terus  bergerak  mempersiapkan  diri  untuk  melaksanakan pelantikan  pengurus  baru  partai.

“ Tugas  dan tanggungjawab kami  adalah mengsukseskan  semua  perintah   yang  telah di mandatkan  Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) untuk  mempersiapkan   pelantikan  pengurus  baru   tingkat Dewan Pimpinan  Daerah (DPD)  Sulawesi  Tengah,  insya  Allah  Tanggal  8 bulan ini juga. “  Tukas  H. Moh. Hidayat Pakamundi, saat bertemu media ini  di  kantor  DPD  Partai Demokrat  Provinsi Sulawesi  Tengah, Jalan  Veteran Palu.

Anggota DPRD  tingkat  Provinsi  Sulteng dari  Partai Demokrat  ini  mengatakan, bahwa  selama  rekrutmen  pengurus,  pihaknya  sama sekali tidak  mengalami  kendala. Hal ini disebabkan   banyaknya  orang yang  antusias  bergabung  dengan partai  besutan  mantan presiden ke  6  RI Susilo  Bambang Yudoyono  (SBY)  ini,

“ Yang  terjadi  di Jakarta  itu  sama sekali  tidak  mengganggu  Partisan  Partai Demokrat  yang di daerah. Buktinya   banyak  yang ingin bergabung  dengan  partai  kami. Dengan Komposisi pengurus yang kami miliki sekarang, kami  sangat  yakin  bahwa Partai  ini  akan meraih  kembali  kejayaanya di  Pilkada   mendatang,” Cetus  anggota  DPRD  perwakilan kota palu itu.

Keyakinan  Hidayat  Pakamundi  ini  cukup  beralasan  jika  melihat  sejumlah   kader  baru  yang baru bergabung  di  Partai  ber ciri khas  warna  biru  tersebut. Beberapa  di antaranya  adalah   pentolan  sudah  pernah  meraih kursi  DPRD  pada Pileg Sebelumnya.

“ Kami  memang memiliki  target  untuk Pileg 2024  Partai  Demokrat  Sulteng  harus  mengalami  penambahan kursi  tingkat provinsi. Perolehan tersebut  sangat penting  agar  bendera demokrat  dapat  mengusung  calon  gubernur  pada Pilkada  nanti. Inilah  dasar   pemikiran kami  sehingga semua  kader  diminta tidak lengah  dan harus  mampu  meraih  kepercayaan  rakyat.  Karena  sesungguhnya, kita  semua  tidak bisa berbuat apapun  jika  rakyat  tidak  berada di belakang kita. Sejumlah  kader   berpotensi, biarlah  di ketahui publik  setelah  pelantikan ,”  Ujar Pakamundi rada mengelak

Pernyataan serupa  di sampaikan pula Abdul Rasid  Pusadan,  wakil  ketua  1  pengurus  Partai  Demokrat  Provinsi  Sulawesi Tengah,  2021 – 2026. Rasid mengungkapkan  bahwa  seluruh  yang hadir  dalam pelantikan tersebut,  bukan  hanya  dari dalam  kota Palu tetapi    mereka adalah perwakilan  dari  13 Kabupaten / Kota  Se – Sulawesi Tengah.

“ Banyaknya  simpatisan  yang  ingin bergabung  dengan partai  Demokrat di  Sulawesi Tengah, adalah bukti solidaritas   para  simpatisan  dan kader  yang masih  terjalin selama ini. Dengan  kekuatan  kami  miliki  saat ini.

Adalah  hal  yang wajar  jika   ada optimisme  dari semua kader,  bahwa pesta  demokrasi   kedepan, partai Demokrat  dapat  bersaing  dengan rekan – rekan dari  partai lain  bahkan dapat  meningkatkan kursinya   di parlemen.

“  Sekiranya   kita  dapat meraup kursi  yang  cukup  apa salahnya  jika  Partai  Demokrat  Sulteng  dapat   mengusung  Gubernurnya  sendiri  di pilkada  2024.” Ujar  Rasid berharap.**

Penulis : Ferdinand Puahadi