Palu, 50detik.com- Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kencana selalu siap memberikan layanan satu atap program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (banggakencana). Layanan yang diberikan gratis atau tidak dipungut biaya .

Ketua PPKS Sabrin O. Ladongi, di Palu, Jumat (12/11/2021), mengatakan, pengelola PPKS bekerja secara sukarela, ikhlas, dan kompak untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kompak dan Ikhlas itulah senjata kita memajukan PPKS ke depan,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pasca bencana alam gempa bumi yang kemudian muncul bencana non alam pandemi covid-19 maka PPKS sempat mengalami kendala layanan secara maksimal sehingga dibuka layanan secara online.

PPKS menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidangnya dan jika ada yang membutuhkan layanan rujukan maka PPKS telah bekerjasama dengan mitra kerja, seperti layanan KB kerjasama dengan Puskesmas Kawatuna dan layanan konseling anak hingga lansia, ada psikolog dari Universitas Tadulako.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan, PPKS merupakan miniatur layanan BKKBN secara utuh dalam satu atap. Layanan yang diberikan mencakup semua program banggakencana.

PPKS dire-launching akhir tahun 2020, pasca bencana alam gempa bumi. “Meski sarana yang ada belum memadai dan layanan belum optimal karena pandemi covid-19, namun tetap berusaha memberikan pelayanan,” ujarnya.

PPKS sebagai layanan satu atap diharapkan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat karena tempatnya strategis, mudah diakses, dan berada dalam kota. Selama ini, lanjutnya, layanan yang berjalan adalah pelayanan KB, lansia bekerjasama Posyandu Lansia Puskesmas Kawatuna, layanan konsultasi remaja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anakku yang banyak membantu dalam program banggakencana di PPKS,” ujarnya.

Bendahara PPKS Kencana Agnes Wahyu mengatakan, ke depan layanan PPKS akan selalu dimaksimalkan dengan layanan baru seperti terapi untuk lansia, bazar UPPKA, dan berbagai aktivitas remaja. “Kalau PPKS ramai maka akan menjadi sentra informasi,” katanya.

Sumber: Humas bkkbn sulteng