Poltekkes Kemenkes Palu Edukasi Siswa SD Soal Gawai dan Kesehatan Mental

Palu, 50detik.com– Menghadapi tantangan penggunaan gawai berlebihan di kalangan anak-anak, tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengelolaan Screen Time di Era Digital” di SDN 10 Palu, (2/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan gawai secara sehat dan seimbang, sekaligus melakukan deteksi dini terhadap masalah psikososial pada siswa sekolah dasar.

Sebanyak 32 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka dikenalkan pada dampak screen time berlebihan serta diajak mempelajari cara mengatur waktu layar dengan pendekatan menyenangkan, seperti diskusi kelompok, kuis interaktif, dan permainan edukatif.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa gawai itu boleh digunakan, tapi harus bijak. Karena itu, kami ajak mereka belajar sambil bermain ada kuis, diskusi, dan permainan seru supaya mereka paham tanpa merasa digurui” ujar Hadina, SST., M.Keb., Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu.

Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan skrining menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang difasilitasi oleh dosen Eli Saripah, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.J. Skrining ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi gangguan emosi dan perilaku pada anak.

Kepala SDN 10 Palu, Afiat Lamakarau, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini dan menilai program tersebut relevan dengan kondisi siswa saat ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan kontekstual dengan kehidupan anak-anak. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini,” ujarnya, didampingi wali kelas, Firdaus.

Keceriaan pun terpancar dari wajah para siswa. Bilqis, salah satu peserta, mengungkapkan, “Main sambil belajar, seru sekali!” Sementara Akbar, siswa lainnya, menambahkan, “Seru! Kita belajar sambil bermain.”

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Palu menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam membentuk generasi digital yang sehat dan seimbang.***

Pos terkait