Brigjen Pol Dedi Prasetyo (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp).

Jakarta, 50detik.com- Kepolisian kerahkan sebanyak 60 anggota Brimob atau dua satuan setingkat peleton (SST) memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yang kembali beraksi di Parigi Moutong dengan melakukan penembakan terhadap dua anggota Polres Parimo, yang sebelumnya juga diduga telah melakukan mutilasi terhadap salah seorang penambang emas.
Kepastian pihak kepolisian menurunkan dua SST Brimob untuk mengejar kelompok MIT pimpinan Ali Kalora diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

‘’Sebanyak dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob dikerahkan untuk membantu Polres Parigi Moutong mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora,’’ungkap dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Dikatakan, pengejaran dilakukan menyusul penembakan kelompok ini terhadap dua polisi yang tengah mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Enam puluh personel Brimob tersebut tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Polda Sulawesi Tengah yang bertugas mengejar sejumlah anggota yang tersisa dari kelompok teroris Poso setelah pemimpin lamanya, Santoso tewas ditembak aparat.

“Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng masih mengejar kelompok Ali Kalora dan kawan-kawan,” kata Dedi Prasetyo.

Sementara kondisi dua polisi yakni Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang mengalami luka tembak telah berangsur membaik pascaoperasi di RS Bhayangkara Polda Sulteng, Palu.

“Membaik, kondisinya stabil. Saat ini masih di rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya aparat yang tengah mengevakuasi RB alias A (34), jasad warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki kelompok Ali Kalora, pada Senin, 31 Desember 2018.

Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.

Sumber: Antara

 

1 KOMENTAR

  1. Thank you, I’ve just been searching for information approximately this subject for a while and yours is the best I’ve came upon so far. But, what concerning the conclusion? Are you positive in regards to the source?|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here