Pasangkayu,50detik.com— Krisis air bersih yang dikeluhkan warga Kabupaten Pasangkayu dan instansi pelayanan ternyata sudah sampai telinga DPRD Pasangkayu. Kini persoalan tersebut menjadi sorotan serius dari anggota DPRD Pasangkayu.
Salah satunya datang dari Ketua Komisi III Bidang Pembangunan, Edhy Perdana Putra, menyayangkan kondisi tersebut, karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga fasilitas viral kantor pelayanan publik seperti Pengadilan Agama Pasangkayu dan rumah sakit.
Edhy mengungkapkan, persoalan air bersih ini juga menjadi aspirasi utama warga yang ia terima saat melaksanakan reses beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan PDAM Pasangkayu untuk mencari akar permasalahan.
“Hasil koordinasi kami, ditemukan bahwa pipa transmisi mengalami kerusakan. Namun pipa tersebut merupakan aset Balai Sungai Palu, sehingga PDAM tidak memiliki kewenangan untuk langsung melakukan perbaikan,” jelas politisi PDI Perjuangan itu. Jumat (19/12)
Tidak berhenti di situ, Edhy kembali melakukan koordinasi dengan Balai Sungai terkait kebutuhan penganggaran perbaikan. Ia menyebutkan, Balai Sungai telah merespons positif dan menjanjikan perbaikan pipa tersebut dalam anggaran tahun 2026.
Edhy menegaskan, akan terus mengawal proses ini agar janji penganggaran benar-benar direalisasikan dan krisis air bersih segera teratasi.
“Kami memahami keterbatasan kewenangan teknis di lapangan, namun yang terpenting adalah solusi jangka panjang. Air bersih adalah kebutuhan dasar dan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Diketahui persoalan juga telah diberitakan di media mengenai keluhan Pengadilan Agama terkait krisis air bersih tersebut yang berlangsung cukup lama. (*)





