Laporan : Mulyadi T Bua/Tim

Luwuk50detik.com—Masuknya pelaku usaha pelayaran ke Luwuk dinilai akan mendorong efisiensi dan peluang tambahan lapangan kerja baru. Dengan potensi ekonomi yang besar, pelabuhan Luwuk memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi wilayah kabupaten Banggai ini. Apalagi lokasinya berada di tengah kota, sehingga dapat memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat setempat.

CAPTION FOTO: LEGO JANGKAR: Kapal pelayaran PT SPIL lego jangkar di luar pelabuhan menunggu izin masuk dari KUPP Luwuk. [Foto: Istimewa]
“Kehadiran banyak perusahaan pelayaran yang melayani ekspedisi dari pelabuhan Luwuk sangat positif. Selain mendorong biaya logistik makin efisien, juga bisa membuka banyak lapangan pekerjaan baru yang dibutuhkan masyarakat di tengah Pandemi Covid saat ini,” tutur tokoh masyarakat Kabupaten Banggai, Basri Sono kepada wartawan, belum lama ini.

Mantan Wakil Bupati Banggai ini menambahkan, sebagai daerah penghasil migas seharusnya Luwuk dapat berkembang lebih cepat. Apalagi masih banyak potensi alam seperti pertanian, perikanan dan wisata yang belum dikembangkan secara optimal.
“Perputaran ekonomi di Banggai ini luar biasa besar. Kontribusi ke negara dari sektor migas juga tinggi. Karena itu masuknya investasi dan pelaku usaha ke Luwuk harus didukung, jangan dihambat,” ujarnya.

Lahan di Pelabuhan Luwuk

Anwar Hasan, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Banggai

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Banggai, Anwar Hasan mengatakan Asosiasai APBMI siap menerima perusahaan pelayaran tambahan di Pelabuhan Luwuk untuk meningkatkan pergerakan barang melalui Kota Luwuk.

“Semakin dekat ke tengah kota, kehadiran pelayaran yang melayani ekspedisi juga akan membuat harga barang-barang semakin bersaing, ini tentunya akan menguntungkan masyarakat sekitar. Kehadiran pemain baru tentunya akan menambah efisiensi logistik sehingga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi, kalau investasi ditolak, tentu bertentangan dengan semangat itu,” kata dia.

Sebagai pengusaha bongkar muat di Pelabuhan, Anwar melanjutkan, adanya tambahan perusahaan pelayaran di Pelabuhan Luwuk akan saling menguntungkan bagi pelaku usaha di Pelabuhan. Pelabuhan beserta fasilitas bongkar muatnya adalah fasilitas yang disediakan untuk dapat digunakan oleh semua stakeholders dalam membangun perekonomian. Banyaknya pemain di Pelabuhan, bukan berarti akan mengganggu persaingan usaha, justru membuat lebih kompetitif karena para pemain akan berusaha memberikan yang terbaik dan ini tentunya akan menguntungkan masyarakat. Namun mengingat keterbatasan lahan penumpukan kontiner, sebaiknya pelayaran yang akan masuk memiliki lahan tersendiri di luar Pelabuhan Luwuk.

“Pelabuhan Luwuk ini terbuka mestinya untuk umum. Namun karena keterbatasan lahan, pelaku usaha harus menyiapkan lahan sendiri agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu aktivitas bongkar muat,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, di tengah upaya Bupati Banggai, Herwin Yatim meningkatkan investasi di Banggai, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Luwuk, Suleman Langge justru menolak rencana masuknya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) di Banggai. Dalam suratnya tertanggal 14 Oktober 2020, Suleman menyebutkan tidak mengizinkan PT SPIL untuk melakukan kegiatan di Pelabuhan Luwuk dengan beberapa pertimbangan.

Heddy Tjahyantoro, Regional Manager PT SPIL mengatakan pihaknya menerima surat dari KUPP Luwuk yang menolak rencana masuknya kapal SPIL ke Pelabuhan Luwuk. Salah satu alasannya karena keterbatasan lahan penumpukan kontainer di Pelabuhan Luwuk.

“Kami sudah melengkapi semua perijinan dan juga fasilitas infrastruktur pendukung lainnya. Termasuk menyiapkan lahan penumpukan yang berada di luar Pelabuhan Luwuk, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas yang sudah ada di sana,” kata Heddy.

Dia menjelaskan, SPIL tertarik masuk ke Pelabuhan Luwuk karena kota ini memiliki potensi yang bagus untuk jasa logistik, karena didukung sumber daya alam yang bagus termasuk regulasi dan pemerintahan yang tertata baik.
“Kami siap berinvestasi dan siap mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi di sektor logistik,” pungkasnya.***