Laporan: Fetlrdinan

Poso, 50detik.com — Sejumlah direksi dari perusahaan kayu PT. Riu Mamba Karya Sentosa bersama rekanan PT. Hutani Celebes Indonesia telah melakukan berbagai langkah persiapan guna pemenuhan fasilitas operasional izin Pengolahan Kayu.

Perusahan tersebut sudah mengantongi izin yang berlokasi di Kabupaten Poso. Sulawesi Tengah.

Kelompok usaha yang juga bergerak pada bidang pertambangan nikel dan emas ini secara administrasi telah memegang berbagai kelengkapan perijinan berupa IUPHHK – HA dari menteri kehutanan, berikut ijin RKUPHHK – HA dari Dirjend BUK Departemen Kehutanan sekaligus RKT dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.

Syahriani Nahru sebagai Direktur Utama ( Dirut) PT. RIU MAMBA KARYA SENTOSA Mengatakan bahwa pemilihan Kabupaten Poso sebagai lokasi kerja mereka karena terdorong semangat mereka untuk berpartisipasi ikut andil membangun daerah Poso yang sempat vakum dimasuki investor selama puluhan tahun akibat trauma sosial sekitar dua puluh tahun silam.

“Kita orang Indonesia dan kita semua bekewajiban membangun daerah dan masyarakat dimanapun termasuk Kabupaten Poso,” elas Dirut berpenampilan sederhana ini kepada 50detik.com, Jumat, 26 Juli 2019.

Adapun tanggapan lain disampaikan Nurjaman, Manager PN di perusahaan tersebut, bahwa isu sosial yang pernah dialami Kabupaten Poso, sampai saat ini masih menjadi momok berita yang pada akhirnya menghentikan langkah sejumlah investor melakukan gerakan usaha ekonomi di Poso.

“Sbenarnya banyak investor ingin berinvestasi di kota ini (Poso maksudnya), tetapi berita itu masih sering menjadi isyu hangat pada sejumlah pengusaha di Jakarta. dan tanggungjawab kami sekarang adalah ingin merubah paradigma itu. Harapan kami, bahwa ekonomi masyarakat daerah ini ke depan, bisa berkembang ke arah lebih baik,” ungkap Nurjaman.

Untuk usaha tersebut, para jajaran direksi perusahaan telah bersepakat agar tenaga kerja yang terpakai akan diupayakan supaya masyarakat lokal yang terlibat menjadi tenaga kerja mereka, khususnya yang berdiam di sekitar areal usaha.

” Kami akan berupaya agar penggunaan tenaga kerja hanya tenaga ahli dan teknisi saja yang kami tempatkan pada bidang masing – masing. Selebihnya kami akan berdayakan masyarakat di sekitar lokasi kerja kami” jelas Hadi Amin, pejabat Pimpinan Umum ( General Manager – GM) pada perusahaan dimaksud.

Dengan konsep kerja seperti itu maka GM Hadi memohon kepada masyarakat agar ke depan terjalin kerjasama yang baik antara perusahaan dengan seluruh elemen masyarakat Poso.

” Apapun kerangka kerja yang kami siapakan, tidak akan berjalan baik jika masyarakat sendiri tidak ikut mendukung,’ katanya.

Kemudian Pria yang tergolong masih muda usia itu juga memaparkan rencana – rencana kerja mereka untuk membuka lapangan kerja lain termasuk memberikan pendidikan keahlian kepada genarasi muda yang membutuhkan.

“Kita di Poso banyak sumber daya alam lain seperri rotan misalnya. Prospek inipun sudah ada di agenda kami ke depan. Yang kita butuhkan sekrang adalah semangat para generasi muda menekuni keahlian di bidang pengolahan rotan melalui pelatihan yang kami berikan sehingga kita bisa menciptakan produk baru yang bisa di perdagangkan lintas daerah dan kalau perlu kita masuk pada perdagangan internasional berbahan baku rotan,’ tuturnya menyampaikan impian.

Guna memuluskan program ini perusahaan siang tadi telah melakukan kesepakan untuk pergantian asset tanaman yang di miliki masyarakat dengan sistim ganti rugi pada setiap areal bakal di rubah menjadi jalan lintas kendaraan yang mengangkut kayu dari Desa Kamba Pamona Timur, menuju Desa Malei (kecamatan Lage) dimana pada daerah tersebut bakal di bangun dermaga angkutan lautnya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here