Laporan: Sugi Efendi

Palu, 50detik.com – Pencarian dan penyelamatan buaya berkalung ban yang berada di Sungai Palu dan saat ini sedang viral, untuk sementara di hentikan mengingat hari ini, Sabtu (8/2/2020) cuaca tak mendukung yang mana buaya saat ini berada di muara sungai Palu.

Hal tersebut, diungkapkan Ketua Satgas penyelamatan buaya berkalung ban, Haruna yang juga Kepala Seksi Penanganan satwa liar BKSDA Sulteng saat memberikan keterangan pada awak media, Sabtu Sore.

Pemberhentian tersebut mengingat cuaca dan ombak yang sangat besar, yang mana buaya berkalung ban tersebut berada di sekitaran Muara sungai Palu yang sangat dekat dengan Laut Teluk Palu.

Ketua Satgas Penyelamatan Buaya Berkalung Ban, Haruna mengungkapkan pemberhentian pencarian dan penyelamatan ini dilakukan hingga cuaca normal serta buaya yang menjadi target bisa muncul seperti pencarian yang di lakukan sebelumnya.

“hari ini, buaya berkalung ban hanya menampakkan kepalanya dan sesekali kembali ke dalam air, sementara yang menampakkan diri untuk berjemur hanya buaya lainnya yang tidak menjadi target.” ujarnya.

Dirinya menambahkan, tetapi dengan pemberhentian ini, bukan berarti kami tidak melakukan pemantauan terhadap pergerakan buaya berkalung ban itu.

“Kami akan terus melakukan pemantauan baik di siang ataupun di malam hari, serta melakukan survey jumlah buaya yang berada di sungai Palu ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menekankan akan terus menggunakan strategi yang sebelumnya telah di lakukan dan akan terus melakukan evaluasi strategi.

Pihaknya tidak akan menggunakan strategi pembiusan seperti yang tersebar di telinga masyarakat, karena hal itu di anggap membahayakan reptil buas tersebut.

Badan Konservasi Sumberdaya Alam juga akan terbuka jika ada Masyarakat yang ada di Sulteng maupun luar daerah ataupun luar negeri yang ingin membantu, namun harus mengikuti peraturan dan strategi yang di rancang pihak BKSDA Sulteng.