Laporan: Suleman Dj. Latantu

BUOL 50. DETIK COM. Kondisi ruas jalan dari pemakaman raja menuju Bandar Udara Pogogul Kabupaten Buol yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulteng, sudah sangat memprihatinkan, terutama di depan SMA Negeri 1 dan 2 Negeri 2 Buol dan seterusnya, nyaris tak bisa dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Dimana selain banyak berlubang, juga badan jalan tersebut tampak sangat sempit, sehingga kondisinya sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas jika para pengendara bermotor tidak berhati hati membawa kendaraanya.

Tampak ruas jalan didepan SMA Negeri 1 dan 2 Buol, kondisinya cukup parah. (foto: sulemam)

Berdasarkan data, peningkatan ruas jalan tersebut sudah pernah dilakukan melalui APBD provinsi Sulteng tahun 2015 lalu. Dan peningkatan selanjutnya.belum pernah dilakukan hingga saat ini.

Pantuan media ini menunjukkan, hampir setiap hari terjadi kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut, sehingga sering mengakibatkan kemacetan yang luar bisa. Lebih parah lagi jika pada musim penghujan seperti saat ini, badan jalan tersebut tidak luput dari genangan air.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat Buol mengharapkan, kiranya Pemerintah Provinsi Sulteng dalam kepemimpinan Gubernur Rusdy Mastura, dapat memprogramkan upaya peningkatan ruas jalan tersebut. Menyusul saat kampanye pencalonanya lalu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura itu, sebelumnya telah berjanji untuk memperhatikan peningkatan ruas jalan tersebut mulai dari pemakaman raja hingga ke wilayah Kecamatan Tiloan.

Anggota DPRD Sulteng Fraksi PKB, Dapil Buol Tolitoli, Drs.H.Zainal M.Daud

Sementara, Anggota DPRD Sulteng Fraksi PKB Dapil Buol Tolitoli, Drs.H. Zainal M. Daud menjelaskan, sebagai tindak lanjut janji Gubernur Sulteng terpilih H. Rusdy Mastura, rencana peningkatan ruas jalan dari makam raja buol Kelurahan Kali – Mulyasari, saat ini sudah masuk pada proses pembahasan Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 – 2026. Karena selama ini ruas jalan tersebut tidak masuk dalam pembahasan RPJMD tahun sebelumnya. Sehingga saat APBD disahkan ruas jalan itu tidak dapat dianggarkan.

“Alhamdulillah, saat ini ruas jalan itu sudah masuk pada pembahasan RPMJMD tahun 2021-2026. Iya, itu saya sudah masukan. Karena bertepatan juga saya masuk sebagai tim Pansus RPJMD. Dan insallah, pada penetapan APBD tahun 2023, ruas jalan itu sudah akan dianggarkan. Dan tahun 2022, prosesnya tetap saya kawal melalui OPD terkait” jelas Zainal, kepada Media ini via telpon Selasa malam (24/8).

Untuk diketahui, lanjut Zainal, dalam rancangan RPJMD tahun 2021 – 2026 ruas jalan Muliyasari sebelumnya tidak ada dimasukkan. Dan itu bisa dimasukkan setelah ia bersikeras agar kegiatan itu dimasukkan dalam pembahasan RPJMD, termasuk ruas jalan Kokobuka – Kota Nagari Parigi Moutong.

Selain itu, lanjutnya, ruas jalan Desa Umu perbatasan Buol-Gorontalo, juga programnya sudah masuk dalam pembahasan prioritas RPJMD tahun 2021-2026. Karena selama ini, program peningkatan ruas jalan tersebut lepas dari perhatian Pemprov. “Insallah, ke depan, dalam kepemimpinan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, ruas jalan tersebut sudah akan diperhatikan rencana program peningkatannya” ujar Zainal Daud.