Laporan : Mulyadi T Bua

Luwuk50detik.com-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang diwacanakan serentak dengan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pilpres di tahun 2024, masih ‘menggantung’ atau belum pasti dilaksanakan di tahun itu.

Dikutip dari laman berita iNews.id, menyebutkan bahwa Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Draf RUU Pemilu Komisi II DPR tengah melakukan finalisasi terhadap draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu untuk kemudian diharmonisasi dan disinkronisasi di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Sejumlah isu sudah mulai mengerucut, seperti misalnya soal keserentakan pilkada yang diundur di 2027 dengan rezim terpisah dengan Pemilu

“Sepertinya akan diundur lagi pilkada dan pemilu serentaknya pada 2027,” kata Ilham kepada iNews.id..

Ilham menambahkan, Padahal, penyelenggaran pilkada secara serentak dengan pileg dan pilpres di Pemilu 2024 mendatang telah tercantum dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada (UU Pilkada).

Pasal 201 UU Pilkada mengatur penyelenggaraan pilkada yang terpisah dari pileg dan pilpres dilaksanakan terakhir pada 2020.

“Saat ini DPR dan pemerintah sedang menggagas, merencanakan, atau merancang undang-undang bagaimana format pilkada dan pemilu yang kemudian tepat untuk kita semua,” ucapnya.

Sementara di KOMPAS.com Ilham menegaskan,
Rencana Pilkada serentak ditahun 2027 itu sama sekali tak berpengaruh pada pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2024.

Menurut Ilham, Pilpres dan Pileg bakal tetap digelar pada 2024, lima tahun berselang dari Pilpres dan Pileg 2019.

“Yang diundur ke 2027 keserentakan Pilkada, tidak berpengaruh ke Pilpres dan Pileg. Pilpres dan Pileg tetap 2024,” pungkas Ilham.***