Laporan : Mulyadi T Bua

Bangkep50detik.com-Setelah melakukan rangkaian perjalanan untuk pemantauan ke berapa pelabuhan di kawasan Utara Pulau Peling. Hari ini Jumat (3/4/2020), tim DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulteng, mendapati Pelabuhan Lalengan, tanpa ada seorang pun petugas Gugus Tugas Covid-19 disana.

Hal ini sangat disayangkan sehingga memunculkan kekhawatiran Wakil Ketua I DPRD Bangkep Risal Arwie yang memimpin rombongan dewan itu.

Pelabuhan Lalengan diketahui merupakan salah satu pintu masuk barang dan warga pendatang. Pelabuhan itu menjadi akses perdagangan antar Kabupaten Bangkep dan Kabuapten Banggai.

Hal itu tentu menjadi alasan tepat untuk diawasi dengan ketat.
Kekhawatiran Risal sangat beralasan sebab, saat tim berada di pelabuhan itu, ada dua unit kapal laut yang tengah menurunkan penumpang dengan jumlah puluhan orang.

Untuk memastikan, sudah berapa lama kondisi itu terjadi, mantan aktivis itu langsung mengundang Kades Lalengan. Dihadapan Waket I Dewan Bangkep, Kades Lalengan mengakui, jika di pelabuhan itu memang tidak ada personil yang ditugaskan untuk memproteksi penyebaran virus pandemik tersebut.

Tak mau kecolongan, Risal bersama tim bergegas menuju Kantor Camat Buko untuk mengkoordinasi hal itu dengan pemerintah kecamatan.
Setibanya di Cantor Camat Buko, dia meminta kepada Camat Buko agar sesegera mungkin tim. terpadu dari kecamatan untuk melakukan pemantauan di pelabuhan tersebut.
Kemudian Ketua DPD II Golkar Bangkep ini, meminta pihak kecamatan yang masuk dalam gabungan Satgas Gugus Tugas Covid-19, segera ‘terjun’ ke lalangan untuk melakukan pengawasan. Sekaligus mengajukan permohonan terkait kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk biaya operasional dan akomodasi.

“Silahkan mengajukan permohonan tadi ke Pemda Bangkep, nanti diakomodir dalam realokasi angggaran nanti, ujar Risal.

Tidak menutup kemungkinan ada warga pendatang yang tiba dari luar daerah masuk ke wilayah itu melalui Pelabuhan Lalengan, tanpa sepengetahuan. Sehingga dipandang perlu untuk diawasi.***