Ketua KPU Kabupaten Pasangkayu saat memberikan sambutan dalam debat publik pilkada 2020 putaran pertama (50detik.com/wan)

Laporan: Wan
Pasangkayu,50detik.com- Patuhi protokol kesehatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu batasi tamu undangan dalam debat publik bupati dan wakil bupati Kabupaten Pasangkayu yang digelar rabu,(28/10) malam.

Tema debat diangkat “Pembangunan Sosial dan Ekonomi”. Moderator dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Yundini Husni Djamaluddin. Debat itu diikuti tiga pasangan calon yakni Paslon Nomor satu Muhammad Saal-Musawir Azis Isham (SALAM), Nomor dua Abdullah Rasyid- M.Yusri Nur (ABRI) dan Yaumil Agus Ambo Djiwa-Herni Agus (YES) Nomor urut tiga.

Debat tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19, hanya dihadiri oleh Kapolres Pasangkayu, AKPB Leo H. Siagian, Kepala Kejari Pasangkayu, Imam MS. Sidabutar, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf. Novyaldi, Komisioner KPU Sulbar Adi Arwan Alimin, Ketua Bawaslu Pasangkayu Ardi Trisandi, serta empat orang pendamping dari masing-masing Paslon.

Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad mengatakan, debat kandidat antar Paslon ini, berbeda dengan debat yang dilakukan seperti Pemilu di Amerika, dimana antar calon yang satu dengan yang lainnya itu saling menyerang, karena mereka menganut sistem demokrasi liberal. Sementara di Indonesia menganut demokrasi Pancasila.

“Tentu debat kita ini berjalan sesuai sila ke empat yakni oleh Hikmat dan Kebijaksanaan. Jadi pendapat – pendapat yang akan muncul dalam forum perdebatan kita adalah pendapat dari hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana kita menganut ideologi Pancasila,” tutur Syahran Ahmad.

Menurut Syahran dalam beberapa pendapat, bahkan dalam beberapa agama dikatakan bahwa, debat itu perlu dihindari, meskipun kita benar, tetapi di Indonesia, debat era sekarang ini layak untuk dilaksanakan, karena kita berada dalam bingkai pancasila.

“Sesungguhnya, tidak perlu ada aturan atau tata tertib tentang debat, tidak perlu harus begini, begitu dan semacamnya, karena sejatinya, pendapat, debatan dan para pendebat itu sendiri berasal dari hikmah dan kebijaksanaan, termaktub pada Pancasila sila ke 4” Katanya

Moderator Yundini Husni Djamaluddin memperkenalkan, tiga orang Panelis melalui aplikasi Zoom penyusun materi debat. Mereka adalah Burhanuddin dari kalangan Akademisi, Reni Sriayu dari seorang Jurnalis dan Prof. Firman Noor juga dari Akademisi yang menyaksikan debat.

Kegiatan ini pun mendapatkan pengaman ketat dari kepolisian dan TNI yang berjaga di dalam lokasi debat, diluar ruangan dan di ruas jalan menuju lokasi debat. Hal itu dilakukan demi memberi rasa aman dan nyaman pada pelaksaan debat publik di putaran pertama.