Palu 50detik.com–Ribut-ribut soal adanya dugaan jual beli jabatan di Pemprov Sulteng langsung ditindaklanjuti Gubernur dengan membentuk tim investigasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura menegaskan, pihaknya segera akan membentuk tim investigasi yang melibatkan Inspektorat Provinsi, Sekretaris Daerah, dan pejabat berwenang untuk mengungkap dugaan kasus jual beli jabatan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, mantan Gubernur dua periode Drs H Longki Djanggola, MSi menilai sangat memprihatinkan bila dugaan itu benar.
“Itu perbuatan tercelah, ” tekan Ketua DPD Gerindra Sulteng merespons adanya dugaan jual beli jabatan di lingkup Pemprov Sulteng.
Bahkan Longki menilai, kondisi mental ASN yang terlibat dalam jual beli tersebut “buruk” patut dipertanyakan.
“Mental ASN yang terlibat dalam jual beli jabatan baik sebagai makelar atau yang membayar jasa patut kita pertanyakan,” tandas Longki.
Karena itu, Longki berharap agar Gubernur Sulteng Rusdi Mastura dapat segera memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan berlaku bila kasusnya terbukti.
Terkait dugaan jual beli jabatan tersebut, terkuak salah seorang staf ahli Gubernur yang jadi sasaran kekecewaan.
Sebab lebih 300 nama yang sudah disetujui Gubernur Rusdi Mastura saat masih di Jakarta, namun berubah saat pelantikan.
Karena itu, Gubernur kecewa, sebab beberapa nama yang diketahui menempati jabatan strategis ternyata tidak ikut pada pelantikan. (empe)





