Laporan : Mulyadi T Bua

Bangkep50detik.com-Semakin masivnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah pusat maupun daerah menerbitkan berbagai imbauan, peraturan, dan kebijakan yang diterapkan.

Solusi yang diberikan pemerintah khusus untuk dunia pendidikan, terhadap dampak covid -19, adalah dengan menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah dan diganti belajar dirumah dengan sistem online sebagaimana anjuran pemerintah tadi. Kenapa..??. Karena hal itu untuk menstimulus minat belajar para peserta didik.

Namun sayang imbauan pemerintah untuk belajar di rumah, nampaknya tidak akan maksimal, sebab fasilitasnya tidak seluruhnya tersedia.

Buktinya, di Kecamatan Bulagi Selatan, Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulteng. Sistem belajar mengajar di rumah tidak maksimal tercontrol. Sebab para guru kesulitan untuk mengakses informasi murid-muridnya, karena keterbatasan jaringan internet dan peserta didik tidak memiliki perangkat ponsel.

Akhirnya siswa hanya dapat dikontrol seminggu sekali. Hal ini yang kemudian membuat para orang tua cemas melihat kelangsungan pendidikan terhadap anak-anak mereka.

Demikian disampaikan oleh Koordinator Pendiddikan Wilayah Kecamatan Bulagi Selatan, Desrin Maronco kepada Tim Monitoring DPRD Bangkep (7/4/2020).

“Ribuan siswa dari 27 sekolah  dangan jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA dan SMK di Wilayah Bulsel , selama pemberlakuan kebijakan belajar dirumah, hanya sebagaian saja melalukannya dirumah. Khusus untuk sekolah dasar, hanya dicontrol seminggu sekali,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Bangkep Irwanto I T Bua, menganjurkan agar guru-guru harus memberikan pelajaran kepada murid-murid yang diliburkan.

“Meski diliburkan diharapkan para guru harus memberikan bimbingan belajar dirumah. Hal ini untuk menstimulus para siswa agar semangat belajar mereka tetap ada,” ujar Iwan.***