Pasangkayu, 50detik.com – Mencermati kebijakan Bupati Yaumil Ambo Djiwa terkait larangan shalat ied di Lapangan. Eks Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Musawir Azis Isham SH MSi, diminta untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

“Kita minta Pemda untuk mempertimbangkan kembali larangan tidak melaksanakan salat ied di lapangan. Ini tidak seiring dengan edaran Kemenag Sulbar,” katanya, kepada media, Senin petang, (10/5/2021).

Musawir, menilai bahwa pernyataan bupati yang hanya memperbolehkan pelaksanaan salat Ied di Masjid dan jemaah dibatasi 50 Persen, perlu dikaji ulang karena dipastikan jika pelaksanaan idul fitri hanya di masjid justru akan bertambah jemaahnya.

“Ini lebaran dan dipastikan semua akan ke masjid. Maka panitia akan kesulitan memetahkan pengeculian untuk memenuhi 50 persen tadi,” paparnya.

Sebagai masyarakat, Musawir lantas memberikan pandangan dan solusi terbaik untuk Pemda Pasangkayu agar penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid tetap aman dilaksanakan.

“Saya menyarakan agar di lapangan juga tetap digunakan dalam pelaksanaan salat ied. Bahkan bila perlu semua lapangan, baik lapangan volly dan futsal juga digunakan, disamping yang mau di rumah. Dengan ini akan mudah mengurai jemaah dengan protokoler kesehatan,” sarannya.

Apa yang disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Pasangkayu ini, sangat mendasar sebagai solusi tepat. Apa lagi, Kemenang Provinsi Sulbar juga sudah mengeluarkan edaran dengan membolehkan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah dilaksanakan di masjid dan lapangan.

Oleh karena itu, Musawir berharap kepada seluruh warga Pasangkayu agar mengedepankan kesadarannya dan mengerti dengan keadaan adanya Pendemi ini.

“Kita yakin, Pemda tetap akan memberikan solusi terbaik. Dimohon kesadarannya agar kita tetap bisa melaksanan salat ied karena yang paling utama saat ini, adalah menjaga diri masing-masing dari penyebaran Covid-19, ” kata Musawir. (dr/*)