Palu, 50detik.com- Para bakal calon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Palu yang saat ini bertarung di perhelatan politik pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, mempunyai cara tersendiri menyikapi musibah bencana alam 28 September 2018 lalu dan pandemi Covid-19 saat ini.

Begitu juga bagi sosok Hidayat yang merupakan petahana calon Walikota Palu saat ini. Dalam pertemuan tatap muka bersama Ikatan Kerukunan Jawa yang tergabung dalam “Sobat Ambyar H2P” di Jalan Roviga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (12/10/2020).

Hidayat sapaan akrabnya menyampaikan bahwa musibah bencana alam yang terjadi di kota Palu dua tahun lalu merupakan cobaan serta teguran kepada kita sebagai makhluk ciptaannya agar tak lupa dan selalu mengingat akan kuasa-Nya.

“Ini adalah ujian bagi kita semua. Mari kita banyak berdoa agar terhindar dari musibah yang tak kita inginkan” kata Hidayat.

Meski di satu sisi pemerintah kota (Pemkot) Palu terus melakukan berbagai upaya preventif. Hidayat juga mengajak masyarakat untuk sama-sama membangun kembali kota yang di cintai ini.

Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat, cawali petahana itu mengimbau kepada masyarakat Kota Palu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah salah satunya dengan menerapkan program 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. ”Saat masuk di bilik suara pada 9 Desember nanti, ingat juga nomor 3. Maksudnya coblos nomor 3,” ajak Hidayat yang disambut terikan ‘Lanjutkan’ dari para warga.

Warga masyarakat saat menghadiri undangan tatap muka dengan calon walikota Palu, DR Hidayat, M.Si di jalan Roviga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Senin (12/10/2020). F-KAR

Lebih lanjut, menjawab pertanyaan dari salah seorang undangan yang hadir terkait masalah sampah di kota Palu, Hidayat mengatakan bahwa perang melawan sampah ini merupakan salah satu program yang telah digagas sejak tahun 2018 lalu.

“Tujuan saya ingin Palu kedepan bebas sampah, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk membersihkan lingkungan, di satu sisi kesadaran dari masyarakat juga diperlukan disini,” ajak Hidayat.

Masalah sampah memang bukan hal yang mudah untuk dapat diselesaikan secara sepihak kalau tanpa adanya keterkaitan semua elemen, “Alhamdulillah tingkat kebersihan di kota Palu ini sudah ada perubahan dibandingkan dengan yang sebelumnya. Seperti contoh di pasar inpres Manonda, kami siapkan box-box pembuangan sampah yang bertujuan agar masyarakatnya bisa membuang sampah pada tempatnya,” terang Hidayat.

Olehnya itu, kata Hidayat, peran masyarakat untuk selalu pro aktif dalam hal penanggulangan sampah di kota Palu sangatlah diperlukan.

”Jadi sejatinya kota Palu ini sudah kita benahi. Lihat hutan kota saat ini sudah ramai. Ruang Terbuka Hijau juga sudah kita bangun. Taman GOR dan Taman Vatulemo terus kita benahi. Dari pinggiran juga kita sudah bagun, seperti di Salena, Palu Utara dan Tawaeli kita jadikan daerah agrowisata. Kita juga sudah bangun jalan lingkar luar kota Palu. Semua ini kita maksimalkan untuk mewujudkan Palu sebagai Kota Jasa,”beber Hidayat.

Penulis: Kar