Muhaimin Serukan Gerakan Tanam Kedelai di Kawasan Transmigrasi

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: Runi/nr  

Jakarta, 50detik.com- Harga kedelai saat ini makin melambung tinggi, dan untuk menekan harga tersebut, Pemerintah melalui Perum Bulog melakukan impor kedelai sebanyak 350 ribu ton.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar, mengingatkan pemerintah untuk melakukan gerakan tanam kedelai di wilayah transmigrasi yang pernah digagasnya.

“Daripada impor terus, saya kira orientasinya harus segera diubah. Kita ini tidak kekurangan lahan, tidak kekurangan potensi pertanian, SDM petani kita jempolan, tinggal pemerintah mau apa nggak mengoptimalkannya,” ungkap Politisi yang akrab disapa Gus Muhaimin dalam keterangan resmi yang dikutip dari Parlementaria, Sabtu (17/12/2022).

Menurut Muhaimin, impor bukan solusi utama menurunkan harga kedelai, sebab faktor penyebab kedelai mahal, karena memang produksi belum mencukupi, sehingga yang perlu dilakukan menggenjot produksi dalam negeri, dengan cara gerakan tanam kedelai di wilayah transmigrasi.

Dia menyebutkan gerakan tanam kedelai di wilayah transmigrasi merupakan komitmennya saat menjabat Menteri Transmigrasi guna membantu menambah produksi dan ketersedian tanaman kedelai di Indonesia dengan menyediakan ribuan hektare lahan transmigrasi untuk ditanami kedelai.

Ia menjelaskan, potensi ini tentu bisa lebih besar lagi jika mampu dikelola dan didukung dengan baik oleh pemerintah, sebab lahan pengembangan kedelai di kawasan transmigrasi mencapai ratusan ribu hektar.

Meningkatnya harga kedelai di pasaran berbuntut pada kelangkaan dan disertai pula oleh kenaikan produk jadi seperti tahu dan tempe. Kenaikan harga kedelai disinyalir sebagai dampak dari kenaikan harga distribusi akibat naiknya harga BBM dunia. Berbagai pihak memprediksi jika kelangkaan tidak bisa tertangani dengan baik maka bisa berpotensi mengganggu stabilitas bahan pangan lain terutama menjelang Natal dan tahun baru. (uc/rdn)

 

 

 

 

Pos terkait