Laporan: Rahmat Pratama

Parigi, 50detik.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Palu, Parigi Moutong, Sabtu, 15/6, menyebabkan sejumlah ruas jalan wilayah Pantai Timur Parigi Moutong dihantam banjir lumpur.
Salah satu jalur trans sulawesi Pantai Timur yang dihantam banjir lumpur terjadi di wilayah Palasa dan Tomini.

Akibat peristiwa tersebut, dua mobil terseret dibawa lumpur dan nyaris terguling ke laut, karena lokasi jalan yang dihantam banjir lumpur tersebut bersebelahan dengan bibir pantai, untung warga di sekitar lokasi langsung melakukan pertolongan dengan menarik mobil tersebut dengan tali.

Sementara satu unit sepeda motor yang ikut terseret banjir lumpur tidak dapat diselematkan, katena sudah terseret dan terbuang kelaut. Untung pengendaranya masih bisa menyelematkan diri dengan cara segera meninggal motornya yang sudah tertanam dengab lumpur.

Menurut Hasan yang berada di lokasi banjir lumpur muncul begitu cepat dari celah-celah gunung dan langsung menerjang kendaraan yang sementara jalan, hingga kendaraan yang terjebak tidak bisa bergerak karena lumpur langsung menutupi badan jalan didepan maupun dibelakang, akibatnya kendaraan tidak bisa maju dan juga tidak bisa mundur.
Dalam kondisi rawan banjir tersebut, akhirnya semua penumpang mobil memilih meninggalkan mobil untuk menyelamatkan diri, begitu juga pengendara motor memilih meninggalkan motornya.

Hingga minggu pagi ( 16/6) belum ada informasi kondisi terakhir jalur banjir lumpur tersebut, apakah sudah bisa dilewati atau belum, sebab saat peristiwa banjir terjadi, tidak ada kendaraan berat yang bisa menggusur lumpur tersebut.

Mengutip antara, bahwa longsoran yang terjadi di Desa Palasa, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu petang, menyebabkan arus lalu lintas di jalan trans Sulawesi Palu-Gorontalo-Manado terhenti total sejak pukul 17.00 Wita.

“Saya sudah hampir lima jam tertahan di sini karena ada longsoran menutupi badan jalan,” kata Jefri Walean, seorang warga Kota Palu yang sedang dalam perjalanan menuju Moutong, Kabupaten Parigi Moutong lewat telepon genggamnya, Sabtu malam.

Ratusan kendaraan roda dua dan empat kini tertahan di kedua sisi jalan longsor tersebut untuk mennggu selesainya penanganan oleh pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu.

Jalur yang longsor ini merupakan urat nadi perhubungan darat Palu-Gorontalo-Manado menyusuri pantai Timur Pulau Sulawesi yang sampai saat ini masih cukup ramai dilewati arus balik pascalibur Lebaran 2019 baik dari arah Palu ke Gorontalo dan Manado, maupun sebaliknya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN XIV ruas Tinombo-Molosipat Mansyur membenarkan musibah longsor tersebut dan mengatakan bahwa penanganan sudah berjalan dan diharapkan malam ini juga arus lalu lintas bisa normal kembali.

“Kami membutuhkan waktu agak lama untuk mengerahkan kendaraan alat berat guna menangani longsor karena lokasi kendaraan berat cukup jauh dari tempat longsor,” ujarnya.

Saat ini ada dua unit alat berat yang sedang bekerja yakni ‘grader’ dan ‘loader.’ Pengerahan dua jenis kendaraan berat ini disesuaikan dengan material longsoran yang berupa lumpur.

“Ke depan, saya akan tempatkan alat berat di lokasi terdekat dengan longsoran saat ini,” ujar Hasyim yang dihubungi lewat telepon seluler.

Selama musim hujan sejak menjelang hingga selesai Lebaran 2019, terdapat sedikitnya empat titik longsor yang cukup mengganggu arus lalu lintas di jalur jalan nasional trans Sulawesi yakni ruas Tawaeli-Toboli, Parigi-Moutong, Luwuk-Baturube dan Bungku-Perbatasan Sulteng-Sultra.

Bahkan di ruas Bungku-Perbatasan Sulteng-Sultra hingga saat ini belum bisa dilewati karena Jembatan Dampala, di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang hanyut dibawa banjir belum berhasil dibangun jembatan darurat (bailey).
Sumbet: antara

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here