Laporan Mulyadi T Bua

Luwuk50detik.com-Pasangan Calon Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Furqanudin Masulili, telah memperkuat eksistenya dengan melakukan lawatan politik ke 143 desa untuk kampanye terbatas.

Dari sekian banyak desa yang tim kampanye AT-FM sambangi, keluhan warga hampir keseluruhan sama. Mulai minimnya ketersedian air bersih, biaya pendidikan yang tidak terjangkau, biaya kesehatan mahal dan tidak terakomodir sebagian besar warga dalam BPJS kesehatan.

Belum lagi ketimpangan pembangunan sarana publik di beberapa wilayah kecamatan tidak terpenuhi. Hal itu membuat warga gerah dengan arah kebijakan pembangunan pemerintahan saat ini.

Kerinduan warga untuk perubahan daerah ini begitu besar sehingga, tak dapat ditawar-tawar lagi.

Demikian disampaikan oleh ketua tim relawan AT-FM Farid Haluti ketika kampanye terbatas di Desa Manyula Kecamatan Kintom (12/10/2020).

Farid menambahkan, perubahan akan terjadi jika leader di daerah ini, memiliki komitmen kuat dalam menciptakan pembangunan yang merata. Hal itu juga harus di tunjang dengan postur Anggaran Pendapatan Belanja Dearah (APBD) yang signifikan. Jika tidak ditunjang dengan hal itu, maka dapat pastikan kesenjangan sosial dan ketimpangan berpotensi terjadi. Hal itu terbukti hari ini. Menjawab persoalan itu Amir Tamoreka-Furqanudin Masulili punya strategi tersendiri untuk meningkatkan angka APBD Banggai.

Untuk mengurai persoalan-persoalan tadi, pasangan AT-FM menawarkan program dengan landasan kajian yang matang, demi terlaksananya sistem pembangunan yang merata ke semua pelosok wilayah Kabupaten Banggai.

Komitmen Amir-Furkqan untuk mengangkat perekonomian warga melalui programnya sangat terukur, karena dilembaga legislatif pasangan ini memiliki sokongan politik 14 kursi dari empat partai pengusung, yakni NasDem, Golkar, PKB dan Hanura.

“Pasangan Amir Tamoreka-Furkanudin Masulili, bukan menabar janji, tapi kami menawarkan program kerja lima tahun kedepan jika memang rakyat mendaulat mereka berdua menjadi top leader di Banggai. Banyak yang bisa dilakukan untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya keterlibatan pemerintah untuk mengelola hasil sumber daya alam,” tandas Farid.***