Laporan: Masruhim Parukkai

Donggaka, 50detik.com– Meski masih 3 tahun Pilkada Donggala dihelat, namun KPUD Donggala sudah menggelar pelatihan dasar bagi kader peduli pemilu dan pemilihan (DP3)..

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut KPUD Donggala menggandeng Ombudsman Sulteng dalam upaya memberikan pemahaman kepada kader DP3 agar bisa mengantisipasi dan melawan kampanye SARA dan HOAX.

“Masih 3 tahun lagi PIlkada serentak digelar tapi KPU sudah mengantisipasi salah satu problematika penyelenggaraan Pilkada dengan menyiapkan kader kader di desa yang sadar akan bahaya kampanye SARA dan HOAX, ” ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng,, H Sofyan Farid Lembsh,, SH, MHum kepada wartawan, di Palu, Ahad (28/11/2921).

Sofyan mengapresiasi langkah KPUD Donggala, karena menurutnya, Kabupaten Donggala dan Kota adalah pilot Project pembentukkan Kader P3 di Sulawesi Tengah dan desa Loli Saluran adalah salah satu desa percontohan dimana ada 25 kader desa yang sedang digodok untuk lakukan penyadaran di masyarakat soal penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu yang demokratis tanpa ada kampanye hitam.

Sofyan yang tampil sebagai pemateri menekankan potensi dan bahaya serta dampak kampanye SARA bagi kehidupan berpolitik di Sulawesi Tengah.

Semua pihak, katanta, harus mempunyai persepsi yang sama akan bahaya yang satu ini.

“Kader DP3 harus menjadi pelopor bagi upaya pencegahan kampanye tersebut dan tentunya bagi penyelenggara harus ada sikap tegas pencegahan dan penindakan cepat dalam penanggulangan kampanye SARA agar tidak dinilai maladministrasi, ” terang Sofyan yang akrab dengan wartawan itu,

Dikatakan, pengalaman konflik Poso adalah proses pembelajaran yang tidak boleh dilupakan.
.
“Kita harus selangkah lagi lebih maju dalam menyiapkan demokrasi yang bermartabat, karena itu, ombudsman sangat mendukung langkah KPUD Donggala tersebut,” jelasnya.

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?
Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [281.81 KB]