Palu, 50detik.com– Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Anwar Hafid, M.Si diwakili tenaga ahli Mohammad Taufan bersama Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Irmawati, SE., MM mensosialisasikan Program Bangga Kencana untuk meningkatkan pemahaman kepada pemangku kebijakan, mitra kerja dan masyarakat

Anwar Hafid legislator Sulteng disenayan tergabung dalam Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan dan Kependudukan melalui Tenaga ahlinya Taufan menyampaikan ucapan terima kasih dan dukungannya kepada BKKBN “Pak Hafid menyampaikan terimakasih kerjasamanya dan sebagai komisi IX yang membidangi kependudukan selalu siap untuk meningkatkan pemahaman Bangga Kencana kepada masyarakat hingga ke pemangku kepentingan”

Lanjutnya bahwa pertumbuhan penduduk harus dikendalikan “bumi yang di tinggali ini hanya satu, tidak bertambah luas seperti halnya dengan daerah Sulawesi Tengah Kabupaten Parigi Moutong dan penduduk yang tinggal terus bertambah. Fenomena ini kalau tidak kita kendalikan akan menimbulkan masalah yang sangat besar. Oleh karena itu pertumbuhan penduduk harus kita atur dengan ikut KB” Jelasnya.

Sosialisasi yang dirangkaikan dengan pelayanan KB ini dilaksanakan di Puskesmas Sausu Kabupaten Parigi Moutong, Tenaga Kesehatan, Kader, PKB/PLKB juga turut berperan serta dengan difasilitasi sejumlah APD berupa masker, face shield, baju pelindung diri dan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

Irmawati pada kesempatan itu menjelaskan efek samping kontrasepsi MKJP IUD dan Implan kepada warga”saat ini kami memberikan pelayanan IUD dan Implan gratis, MKJP sangat ekonomis dan efektif dan harus diketahui untuk Implan di awal pemasangan ibu-ibu jangan dulu bekerja berat dan pada IUD jangan kaget karena awalnya akan terasa sedikit nyeri dan keluar banyak darah namun itu tidak lama dan terpenting harus rajin kontrol kepada bidan atau PKB setempat” Katanya.

Mantan Penyuluh KB Camat Sausu Lahaba juga menekankan pentingnya ber KB di zaman sekarang “Banyak anak banyak rezeki, sekarang banyak anak banyak susah, karena tuntutan zaman sekarang luarbiasa, dengan ber KB kita Insya Allah sejahtera, kalau sejahtera kita senang”

Masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan juga diberikan paket sembako yang bertujuan untuk membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi serta Pelayanan dilakukan secara bertahap dalam satu hari untuk menghindari kerumunan “Disetiap tahun ada kegiatan seperti ini, namun saat ini pelayanan dilakukan secara bergantian, untuk menghindari kerumunan” Jelas Muh. Rosni Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya.

Lanjutnya pemakaian KB tergantung dari pilihan masyarakat, ia mengibaratkan resiko kehamilan lebih dari 2 seperti balon “pelayanan KB ini ada implan yang mengandung hormonal dan IUD tidak, tinggal ibu-ibu memilih mana yang cocok atau terbaik. Program ini bukan membatasi jumlah anak, tetapi lebih mengatur kehamilan.Kehamilan lebih dari pada 2 tingkat resikonya lebih tinggi, contoh kandungan diibaratkan balon, kalau ditiup berulang lebih beresiko meletus”.

Sumber: Humas BKKBN