Laporan: Andi Amal

Palu, 50detik.com- Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) III, bertempat di Grand Wisata Hotel Palu, Sabtu, 7 Maret 2020.
Muswil III Parmusi Sulawesi Tengah yang dibuka Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Parmusi, Drs H Usama Hisyam mengusung tema ‘’Connecting Moslem Melalui Gerakan Dakwah dan Desa Madani’’.

Hadir pada pembukaan Muswil Gubernur Sulteng yang diwakili Sekdaprov, Drs Hidayat Lamakarate MSi, Ketua Parmusi Sulteng, DR Abd Rachman Thaha SH MH, Dewan Pakar Parmusi Sulteng, DR Idham Chalik, Pembantu Rektor I Unismuh Palu, DR Rafiudin Nurdin.

Ketua Umum PP Parmusi, Usama Hisyam saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan menegaskan da’i-da’i Parmusi harus mampu bekerja sama dengan semua pihak, termasuk kepolisian untuk berkolaborasi dalam membina masyarakat, dan menciptakan keamanan dalam masyarakat, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‘’Salah satu tugas Parmusi dalam dimensi politik adalah pertahankan eksistensi NKRI dengan Pancasila sebagai asas negara kita. Sedangkan syariat Islam sebagai pedoman hidup kita sebagai umat Islam. Ini yang harus kita pertahankan,’’kata Usama Hisyam.

Usama Hisyam juga menegaskan agar Parmusi Sulteng diharapkan mampu mensejahterakan umat melalui program Desa Madani.

‘’Program kesejahteraan umat ini adalah program utama Parmusi di semua tingkatan, mulai dari tingkat pusat, wilayah hingga kabupaten. Parmusi ini dibangun untuk menjadi organisasi yang bermanfaat bagi umat. Karena itulah, Parmusi telah mencetak para mubalihg da’i di semua wilayah yang ada di Indonesia,’’sebutnya.

Ketua panitia Muswil III Parmusi Sulteng, Muhammad Nur Sihaka, mengatakan Parmusi ini adalah organisasi masyarakat dengan motto Connecting Moslem.

Nur Sihaka menyebutkan, Muswil mengambil tema menyapa, membela dan melihat dengan tujuan memperhatikan umat muslim yang terkucilkan dan terpinggirkan di daerah-daerah yang mayoritas.

Dikatakan, Parmusi mengembangkan yang namanya desa Madani. Orientasi desa Madani ada dua yakni orientasi dakwah dan orientasi ekonomi. Dari sisi dakwanya, Parmusi cenderung membina, membimbing dan mengayomi masyarakat di satu tempat dalam bidang iman dan taqwa. Sedangkan dari sisi orientasi ekonomi adalah menyiapkan sarana-sarana produksi disesuaikan dengan kondisi lokasi yang ada di daerah tersebut.

‘’Kalau daerah itu cocok dengan peternakan, kita siapkan peternakannya. Kalau cocoknya pertanian, maka kita siapkan pertanian,’’sebut Nur Sihaka.

Ditambahkan, peserta Muswil III ini dihadiri seluruh pengurus Parmusi baik di tingkat kabupaten dan kota maupun pengurus Parmusi Provinsi Sulawesi Tengah, dengan agenda utama pemilihan ketua Parmusi Sulawesi Tengah lima tahun kedepan.