Palu, 50detik.com – Calon Wakil Walikota Palu, Hj Habsa Yanti Ponulele, ST, M.Si melanjutkan road show kampanye terbatas dengan warga masyarakat di Kelurahan Mamboro Barat Kecamatan Palu Utara, Senin (12/10/2020).

Dalam pertemuan terbatas tersebut, Habsa Yanti Ponulele mendapat banyak pertanyaan terkait dengan program pasangan calon (Paslon) nomor 3, Hidayat-Habsa Yanti Ponulele. Khususnya terkait masalah pendidikan dan kesehatan gratis.

‘’Kalau komiu mau pendidikan gratis yang berkualitas, pilih nomor 3. Kalau bapak dan ibu mau kesehatan gratis berkualitas, nanti pada tanggal 9 Desember di bilik suara tusuk nomor 3.  Program Pemerintah Kota Palu saat ini, sudah sangat baik dengan pendidikan dan kesehatan gratis. Tapi kedepan, saya akan mendampingi pak Hidayat, dan program pendidikan dan kesehatan gratis ini akan tetap dipertahankan, tapi tentu programnya akan lebih ditingkatkan lagi, yakni pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas,’’papar Habsa Yanti yang disambut tepuk tangan meriah dari warga Mamboro.

Selain program pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas, Habsa Yanti juga mendapat pertanyaan dari salah satu warga terkait dengan angka prevalensi balita stunting di Sulawesi Tengah, termasuk di Palu yang masih tinggi.

Calon Wakil Walikota Palu Paslon nomor 3, Hj Habsa Yanti Ponulele, ST, M.Si saat bertatap muka dengan warga Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Senin (12/10/2020). F- Abi Fachri

‘’Ibu Habsa, salah satu programnya itu kan kalau tidak salah terkait dengan kesehatan. Nah, di Sulteng kalau tidak keliru berada di peringkat ketiga tertinggi penderita balita stunting, bagaimana langkah-langkah ibu jika nantinya terpilih pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palu nanti,’’ tanya salah satu warga yang juga alumni jurusan ilmu gizi.

Terkait dengan pertanyaan ini, Habsa Yanti menekankan, pentingnya kerja sama pemerintah dengan instansi terkait. ‘’Soal tingginya angka balita stunting, tentu menjadi prioritas, target kita bisa menekan jumlah balita yang mengalami gagal pertumbuhan tubuh dan otak yang tidak normal seperti kebanyakan anak-anak lainnya,’’ujar Habsa Yanti.

Selain itu, lanjut calon Wakil Walikota Paslon Nomor 3 tersebut,  ‘’Kita juga butuh orang-orang ahli gizi seperti komiu ini untuk berpartisipasi. Dalam hal ini, pemerintah akan mengawasi, program itu. Apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak. Kalau tidak, tentu akan kita evaluasi lagi,’’sebut Habsa Yanti.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak  akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Usai kampanye terbatas di Kelurahan Mamboro Barat, Habsa Yanti bersama tim melanjutkan tatap muka di Kelurahan Mamboro Induk.

Sementara itu, ditempat terpisah, Calon Walikota Palu, DR Hidayat, M.Si melakukan kampanye terbatas dan tatap muka di dua titik di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore,  yakni di Huntap 1 Tondo dan di BTN Bumi Roviga.

Penulis: Abi Fachri