Kepala BNPB Tinjau Langsung Lokasi Gempa Di Kabupaten Poso, Dua Pasien Kritis Meninggal Dunia

Rombongan BNPB saat berkunjung di Kabupaten Poso, untuk meninjau secara langsung lokasi gempa berkekuatan M5, 8 Magnitudo

Laporan : Ferdinand Puahadi
POSO,50detik.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (TNI) Dr. Suharyanto, didampingi komandan korem 132/Tadulako, dan jajaran BNPB dari Provinsi Sulawesi Tengah. Telah melakukan kunjungan kerja, di Kabupaten Poso, Pada Senin, (18/8) 2025.

Tim dari BNPB didampingi bupati Kabupaten Poso, Verna GM Inkiriwang

Kehadiran mereka adalah Untuk melihat secara langsung wilayah yang terdampak gempa bumi berkekuatan M5, 8 Magnitudo, di dataran Poso Pesisir, dan sekitarnya.

Letnan Jenderal Suharyanto dan rombongan, disambut langsung bupati Poso, Verna GM Inkiriwang. Adapun tempat yang disambangi adalah desa Tangkura, kecamatan Poso Pesisir Selatan. Di tempat ini, tim dari pusat itu, sempat berdialog dengan warga setempat.

BNPB bertatap muka dengan masyarakat terdampak gempa

Kepala BNPB memaparkan sejumlah langkah percepatan untuk penanganan dan pemulihan pasca gempa yang terjadi Pada Minggu, (17/8). Ia juga menjelaskan kepada masyarakat terkait masih terjadinya potensi gempa susulan.

BNPB mencatat dampak gempa mengakibatkan 101 rumah rusak ringan, 3 rumah rusak sedang, 70 rumah rusak berat, serta 30 fasilitas umum meliputi sekolah, Polindes, kantor desa, dan rumah ibadah, yang perlu penanganan serius, sekaligus pemulihan kembali.

Ada 14 desa/kelurahan yang terdampak langsung sungai yakni; Desa Tiwaa, Ueralulu, Masamba, Tokorondo, Lape, Bega, Towu, Masani, dan Kelurahan Tabalu di Kecamatan Poso Pesisir; Desa Padalembara, Patiwunga, Tangkura di Kecamatan Poso Pesisir Selatan; serta Desa Kilo di Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Untuk membantu masyarakat, pemerintah pusat, melalui BNPB, akan memberikan bantuan dana stimulan bagi rumah yang rusak ringan, dan sedang.

Sementara rumah yang mengalami rusak berat, akan mendapatkan bantuan rumah siap huni, bernilai Rp. 60 juta per unit. Hal serupa akan diberikan pula kepada fasilitas umum yang rusak, akibat gempa.

Langkah sudah dilakukan pasca kejadian, adalah penyaluran bantuan cepat tanggap seperti sembako, makanan siap saji, tenda, velbed, selimut, serta perlengkapan lainnya.

Sementara itu, perwakilan BMKG pusat menjelaskan kondisi gempa susulan ringan yang masih dirasakan masyarakat.

BMKG menyebut bahwa fenomena tersebut masih dalam batas wajar, dan meminta warga tetap tenang serta memperhatikan kondisi rumah masing-masing.

“Jika rumah di lihat masih kokoh, masyarakat dapat kembali tinggal di rumah masing-masing.
Namun tetap waspada, dan prioritaskan keselamatan,” kata petugas dari BMKG.

Sementara itu, bupati Poso Verna GM Inkiriqang menyambut baik sekaligus memberi apresiasi kepada BNPB dan seluruh pihak yang telah memberi perhatian serta bantuan, pasca kejadian piluh yang menimpa sebagian wilayah dan masyarakat Poso.

Untuk diketahui pula, bahwa pasien dari desa Masani yang dinyatakan kritis atas nama Katrin Kande dan Ernius Bambe. Akhirnya menghembuskan nafas terakhir, di RSUD Poso.

Kedua pasangan suami istri tersebut, merupakan korban gempa, yang tertimpa bahan bangunan, saat melakukan ibadah (gereja) di desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, sekitar Pukul 06.23 WITA. (*)

Pos terkait