Depok, 50detik.com—Kemenag ternyata memiliki benteng cegah korupsi. Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang disuarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama sejak 2016 semakin membumi, dan diharapkan gerakan moral ini menjadi jantung pencegahan korupsi di lingkungan Kemenag.

Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan tak menafikan hal itu, ia mengakui SPAK menjadi piranti yang strategis untuk mendesiminasi nilai-nilai anti korupsi.

Menurut Nur Kholis, geliat SPAK mulai dari satuan kerja terkecil hingga unit eselon 1 Pusat, dan menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pencegahan korupsi di Kemenag.

“SPAK sendiri merupakan salah satu dari 15 program pencegahan korupsi yang telah dilakukan Kemenag,” kata Nur Kholis yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas Inspektur Jenderal Kemenag, Rabu (21/11).

Dalam evaluasi yang akan berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2018 ini, Nur Kholis berharap Kemenag dapat melakukan dua hal. Pertama, melihat bagaimana perkembangan kegiatan SPAK setelah dilakukan training of trainer (TOT) pada  Maret 2018 lalu.

“What we have done? Mari kita saling sharing bersama di kegiatan ini,” pesan Nur Kholis.

Kedua, melalui evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan strategi untuk melakukan diseminasi nilai anti korupsi yang lebih luas dan berkualitas di lingkungan Kemenag. “Bagaimana caranya kita memperluas diseminasi serta cara-cara untuk memperbanyak agen SPAK di seluruh Indonesia,” imbuh Nur Kholis.

Sumber: Humas Kemenag

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here