POSO . 50detik. Com – Persoalan penangkapan ikan menggunakan alat – alat beresiko merusak ekosistim alam bawa laut masih terjadi pada beberapa titik kelautan di Kabupaten Poso.

” Leggal Fishing atau penangkapan ikan secara illegal masih terjadi pada wilayah laut kita di Kabupaten Poso,” aku Yusak Mentara, Kadis perikanan kabupaten Poso.

Aktivutas melanggar Undang – Undang Nomor 45 Tahun 2009. Tentang perikanan itu. Oleh pihak Dinas perikanan Kabupaten poso, hanya bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berhenti merusak ekosistim alam bawa laut karena berdampak akan merusak habitat di sekitarnya dalam jangka waktu panjang.

” Penggunaan alat kimia atau bom itu cara instan dan sangat beresiko merusak tataran dasar laut kita berjangka waktu sangat panjang. Dan untuk memperbaikinya di butuhkan waktu 50 – 150,” terang kadis Yusak Mentara. Rabu, ( 13/4)

Terkait maraknya juga penangkapan jenis ikan tenggiri menggunakan kompresor dan alat bius. Kadis Yusak Mentara meminta supaya langkah kerja seperti itu, harus di hentikan karena akan berdampak mematikan habitat ikan lain sebagai dampak langsung penyebaran racun di sekitarnya.

“Kami dari dinas perikanan kabupaten mengharapkan kepada pengguna alat bius untuk penangkapan ikan tenggiri, supaya menghentikan tehnik penangkapan seperti ini. Jika pola itu berlanjut, maka akan membunuh ekosistim lainya. Demukian pula dengan penggunaan bom itu sama saja resikonya menghancurkan terumbu karang sebagai sumber utama makanan hampir seluruh jenis ikan,”

“Pelaku kegiatan seperti ini pada umumnya bukan nelayan lokal. Dan yang akan menerima dampaknya, sudah pasti teman – teman nelayan di Poso. Oleh karena itu saya juga meminta kepada teman – teman nelayan supaya sekiranya menemukan kejadian seperti ini saat melaut, agar segera laporkan kepada kami untuk selanjutnya di lanjutkan kepada dinas kelautan provinsi sebagai pelaksana pengawasan laut di Sulawesi Tengah,” Ujar Yusak bernada harap.,,Ferd,..