Hasto Kukuhkan Duta GenRe Desa di Kampung Nelayan

Palu, 50detik.com- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SP OG(K), mengukuhkan 7 (tujuh) pasang duta GenRe Desa/Kelurahan pada kegiatan Dari Anak Muda untuk Generasi Berencana (Damu GenRe) dalam rangka sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama Mitra kerja, Kamis (3/11/22), di Rumah Makan Kampung Nelayan, Kota Palu.

Pengukuhan Duta Genre Desa/Kelurahan kali ini merupakan pengukuhan kali ke kelima setelah duta GenRe desa/kelurahan di Tolitoli, Buol, Parigi Moutong, dan Morowali Utara. BKKBN telah mengukuhkan 46 duta GenRe Desa/Kelurahan di Sulteng.

Duta Genre desa/kelurahan yang dikukuhkan berasal dari Kabupaten Sigi, Donggala, dan Kota Palu. Untuk Kabupaten Sigi, 3 pasang duta genre berasal dari Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa, Desa Tongoa Kecamatan Palolo, dan Desa Potoya Kecamatan Dolo. Untuk Kota Palu, 3 pasang duta genre desa berasal dari kelurahan Tatura Utara kecamatan Palu Selatan, kelurahan Duyu kecamatan Tatanga, dan kelurahan besusu timur kecamatan palu timur. Juga sepasang duta genre desa dari desa Loli Pesua Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.

Pengukuhan Duta Genre desa ditandai dengan penyematan selempang oleh Kepala BKKBN, Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K) dan Anggota Komisi IX RI Dr. Edy Wurianto, S.Kp,M.Kep, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, S.Sos, MM.
“GenRe Desa berjalan beriringan dengan BKKBN Sulawesi Tengah, ini membuktikan bahwa anak muda mengambil peran yang luar biasa. Beberapa provinsi belum ada duta GenRe Desa tapi di Sulawesi Tengah sudah ada”,ujar dr. Hasto dalam sambutannya.

Selain mengukuhkan duta GenRe desa/kelurahan, dr. Hasto juga memimpin pembacaan Deklarasi Gerakan Cegah Stunting bagi remaja Sulawesi Tengah yang dihadiri PIK remaja dari 12 sekolah di Kota Palu, Forum GenRe Sulteng, Forum GenRe Poso dan Touna, serta Forum Anak Sulawesi Tengah. Salah satu isi deklarasi gerakan cegah stunting yakni mendeklarasikan bahwa remaja menjadi contoh bagi seluruh masyarakat khususnya teman sebaya untuk menjadi penggerak pencegahan stunting.

Pada peserta Damu Genre Dr. Hasto mengimbau para remaja untuk lebih memperhatikan asupan makanan yang bergizi terutama yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia. Terutama bagi remaja perempuan karena akan mengalami menstruasi, di mana tubuh kehilangan darah dalam jumlah yang cukup banyak.
“Perempuan kalau haid, darah yang keluar hampir 220 ml. Kalau tidak makan kelor, tidak makan hati ayam, maunya cuman makan mie, makanya bisa anemia. Kalau dari remaja sudah sering anemia. Kalau nikah dan punya anak, bisa melahirkan anak stunting,” terang dr. Hasto.

“Ini bisa jadi materi adik-adik yang hadir disini ya kalau ada sosialisasi di kegiatan Genre”,tambahnya.

Di depan Kepala BKKBN dan Anggota Komisi IX RI, Anna Falfana, Duta Genre Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa program Damu Genre adalah program kerja yang diusung dengan tujuan untuk membantu remaja menjadi produktif dan mempunyai perencanaan kehidupan serta turut andil dalam menekan angka stunting dan nikah dini di Indonesia, terkhusus sulawesi tengah. Berangkat dari program kerja ini, Anna Falfana terpilih sebagai juara 3 Duta Genre Indonesia tahun 2022.

“Damu GenRe itu artinya Dari Anak Muda untuk Generasi Berencana, program ini sudah berjalan sekitar 1 tahun. Bukan hanya remaja, tetapi orang tua juga terlibat dalam program ini agar dapat menjadikan rumah sebagai sekolah pertama dan tempat pertama bagi remaja untuk mendapatkan ilmu dan sebagai penyalur ilmu pada anak-anak mereka yang akan melanjutkan estafet prestasi negeri”, terang nana, sapaan akrabnya.

Nana menambahkan bahwa Program Damu Genre yang telah berjalan yakni Ngobrol Santai Bareng Teman Sebaya, Social Media Speak Action, dan Gema Desa (GenRe Masuk Desa).

“Untuk Program Gema Desa sendiri, telah banyak melahirkan Duta GenRe tingkat Desa, yang tentunya ini dibantu oleh forum Genre Sulawesi Tengah dan BKKBN Sulawesi tengah. Program yang memberdayakan remaja dan masyarakat di Desa untuk dapat mengetahui dan menjalani hidup yang lebih terencana, serta turut andil dalam setiap isu dimasyarakat”, sebutnya. (humas bkkbn sulteng)

Pos terkait