POSO.50detik.com – Pria muda disapa Han, 27 Tahun. Seorang warga desa Labuan, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sudah seminggu tidak kembali ke rumahnya, sejak berangkat mengais rejeki di laut, menggunakan perahu miliknya, Kamis, (7/4) 2022.
Kejadian ini menjadi geger diperbincangkan masyarakat setempat, setelah perahu pemuda berprofesi sebagai nelayan itu, terlihat mengapung di laut lepas, tanpa ada penumpang di atasnya.
Yang pertama melihat keberadaan perahu tersebut, adalah warga desa Tambu, wilayah Pantai Timur, Kabupaten Parigi Moutong. Kejadian ini terungkap karena kebetulan saja nelayan yang melihat perahu tersebut adalah asal dari desa labuan (Poso), tetapi sudah menetap di Desa Tambu (Pantai Timur- Parimo)
Ironisnya, saat di temukan warga. Alat tangkap ikan berbahan kayu tersebut, sudah kehilangan tuanya, bersama mesin katinting yang di lekatkan sebagai alat pendorong badan perahu saat melaut.
Karena penasaran, kemudian masyarakat dari wilayah pantai timur ini. Berinisiatif melaporkan adanya temuan perahu di wilayah mereka dan di yakini bukan milik nelayan setempat. Senin, (11/4).
“Kami nelayan saling paham ciri khas perahu masing-masing pak. Yang di gunakan Han itu buatan Tayawa. Apalagi perahu bersangkutan ada logo yang dibuat pemiliknya,” Terang Sarifudin (55), warga desa Labuan (Poso), dan terlibat langsung mendatangi lokasi kejadian.
Laporan ini kemudian di tindak lanjuti keluarga dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Senin, (11/4). Setelah melihat langsung Barang Bukti (BB). Keluarga akhirnya membenarkan bahwa perahu telah kehilangan mesin ini, adalah milik keluarganya, yang berangkat melaut tiga hari sebelumnya.
“Iya itu milik Han ipar saya. Sebelumnya kami beranggapan bahwa Dia (Han) tidak pulang karena masih mencari ikan di laut,” Tutur Adi (36) suami dari kakak korban.
Setelah kejadian, keluargapun berupaya mencari tahu dimana keberadaan Han saat ini. Usaha ini sepertinya sia-sia karena hasil pencarian di beberapa lokasi berbeda, tidak ada petunjuk apapun diperoleh keluarga.
Dan belum satupun yang berani memastikan apakah pemuda itu telah menjadi korban keganasan laut, atau bersangkutan memang sengaja menghilang dari lingkungan keluarga,
“Kami keluarga sulit menyimpulkan apakah adik saya sudah tenggelam bersama mesin katintingnya, atau hanya bergeser ke daerah lain. Yang pasti Dia hilang bersama mesin perahunya,” Tutur Ana (Pr) 33 Tahun kakak kandung korban.
Dari kejadian di atas, tim SAR telah mendatangi desa labuan untuk persiapan pencarian. Tetapi tim penyelamat laut ini, akhirnya sulit juga membuat keputusan karena data titik koordinat Han menurunkan jangkar pertama kali turun, tidak satupun yang mengetahuinya.
” Tim SAR sudah datang ke lokasi untuk persiapan pencarian terhadap korban. Tetapi mereka kesulitan menentukan koordinat pencarian awal. Masalahnya, tidak ada keterangan dari rekan – rekan nelayan lainya yang melihat atau mengetahui lokasi korban berlabuh, sampai akhirnya hilang sampai saat ini,” Terang (Bripka) Pol. Muh. Solih Daulay. Petugas dari satuan Brimob Saojo. Sebagai pemberi keterangan awal kepada wartawan.
Penulis : Ferdinand





