Laporan : Mulyadi T Bua
Bagkep,50detik.com-Ketersedian air bersih di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) masih sangat minim, diantaranya di wilayah Kecamatan Bulagi, Bulagi Selatan, Bulagi Utara dan beberapa kecamatan lainnya.
Sehingga masyarakat di wilayah itu kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Ada dua persoalan krusial yang harus diselesaikan yaitu, masalah pembiayaan kemudian mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera menyerahkan aset, infrastruktur termasuk pengelolaannya ke Pemda Bangkep. Jika penyerahan dimaksud telah terelisasi maka sistem pembiayaannya dapat dilakukkan. Namun sebaliknya jika penyerahan tidak terlaksana, maka pembiayaan yang ditalangi melalui APBD II tidak dapat dilakukan.
Melihat hal itu Ketua DPD II Partai Golkar sekaligus Ketua DPRD Banggai Kepuluan Risal Arwie kepada media ini Senin (18/3), mengatakan, pihaknya akan mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera menyerahkan aset berupa pipanisasi termasuk infastruksur pendukungnya yang dibangun Pemerintah Provinsi Sulteng wilayah Bulagi untuk di serahkan pengelolaannya kepada Pemda Bangkep. Jika Pemprov Sulteng telah menyerahkan aset dimaksud, tidak menutup kemungkinan kasus minimnya air bersih di wilayah itu dapat terselesaikan.
Olehnya itu secara politis Risal Arwie mengatakan jika masyarakat di wilayah itu memenangkan Partai Golkar, dia selaku Ketua DPD II Partai Golkar sekaligus Ketua DPRD Banggai Kepulauan akan mendorong pembiayaan melalui institusi legislatif yang di nakhodainya dengan nominal biaya sejumlah Rp10 milyar.
“Tahun anggaran 2020 saya selaku ketua DPRD Banggai dan Fraksi Golkar sebagai perpanjangan tangan Partai dilegisllatif akan berupaya mendorong pembiayaannya sebesar Rp10 milyar untuk merealisasikan kebutuhan air bersih di wilayah itu,” pungkasnya.***

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here