GARAP EMAK EMAK MAJELIS TAKLIM KOTA PALU UNTUK PENGAWASAN PARTISIPATIF

Palu, 50detik.com –:Bawaslu kota Palu 6 Februari 2024 laksanakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan mengundang emak emak funsionaris Majelis Taklim se kota Palu bersama insan Pers di sebuah hotel di Palu dengan menghadirkan salah satu pemateri H.Sofyan Farid Lembah, pekerja sosial.

H.Sofyan mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kapasitas dalam pengawasan dengan menaikkan level ke tingkat 7 pengawasan. Hal ini penting dilakukan mengingat banyaknya keterbatasan yang harus dihadapi pengawas hingga ke tingkat ribuan TPS yang tersebar di kota Palu.

Apa yang kami harus lakukan? Apa yang kami dapatkan? Tanya seorang peserta di awal pertemuan. Marilah kita memainkan peran soal gaya konflik yang biasa diberikan dalam pelatihan PROPARTIF. Peserta aktif dan antusias memainkan peran hingga didapatkan dan disepakati perlunya berkolaborasi di tengah konflik yang terjadi.

Kolaborasi adalah basic yang dibutuhkan dalam sebuah pengawasan partisipatif. Bukan saja bisa dimenej soal perbedaan kepentingan para stakeholders yang berpartisipasi dalam pengawasan akan tetapi sekaligus menutup banyak kelemahan yang dihadapi bawaslu saat pengawasan utama ditahapan hari “H” pemilu serentak.

Upaya menaikan level ke level 7 para peserta dengan memberi Matriks Esq Ary Ginandjar membuka bukan hanya pemikiran akan tetapi menjadi sebuah pemicu lahirnya gerakan masif peserta untuk berkolaborasi bersama Bawaslu untuk lakukan pengawasan.Apa yang terbaik dilakukan saat berlangsungnya pemilu serentak di TPS? Kembali peserta bertanya dengan penuh penasaran.

Banyak pilihan bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengoptimalkan banyak pihak siagakan mata, telinga dan berani lakukan teguran dan protes dalam pengawasan hingga akhir seluruh kegiatan di TPS.

Seluruhnya tentu lewat cara yang sesuai dengan aturan main yang ada. Kalau perlu dalam prosesi perhitungan suara hingga pengisian C6 dan pemindahan ke hologram dilakukan “Nonton Bareng”. Ini penting karena disitulah kecurangan biasa bermula. Waktu terus bergulir dan materi sosialisasi tepat jam 12.30 harus diakhiri.

Disinilah kejutan terjadi. Panitia pelaksana rupanya mendapat bocoran dari keluarga. Hari itu adalah hari istimewa bagi pembawa materi. Hari itu adalah hari istimewa tepat 60 tahun usia. Kue Ultah tiba di atas panggung memberi sebuah kejutan di tengah lagu Selamat Ulang Tahun dari band Jamrud.

Ini sebuah kejutan dan sangat menyentuh. Sesungguhnya hari itu saya ingin berjalan bertamasya ke luar kota tapi ketua Bawaslu Kota meminta saya membawakan materi sosialisasi. Saya terkadang tak bisa menolak terlebih mereka adik adik yang selama ini dibina untuk menjadi pengawas pemilu.

Hari itu menjadi lebih istimewa karena hari itu berada di tengah emak emak aktivis Majelis Taklim yang saya yakini akan membawa perubahan dalam pengawasan partisipatif kali ini.

Sebagai pesan diujung acara kejutan adalah saya menghimbau “Torehkanlah sejarah lewat reputasi-reputasi yang membanggakan bukan saja bagi diri tapi juga untuk keluarga dan masyarakat hingga Tuhan Yang Maha Kuasa tersenyum”

Semoga ada manfaatnya, tak ada kata berhenti meski usia terus bertambah mendekati ujung kesempatan dalam kehidupan. Perbanyaklah berbuat ketimbang larut dalam diskusi memabukkan.

Masjid Al Mizan Palu, 7 Februari 2024
H.Sofyan Farid Lembah
Social Worker

Pos terkait