Pasangkayu,50detik.com — Setelah melalui penantian panjang, usulan perbaikan abrasi sungai yang diajukan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu akhirnya mendapat respons.
Tim dari balai tersebut turun langsung meninjau dua titik abrasi yang dinilai sudah dalam kondisi memprihatinkan.
Dua lokasi yang menjadi fokus peninjauan berada di wilayah Pangiang dan Palewali, Kabupaten Pasangkayu.
Kondisi di lapangan menunjukkan dampak abrasi yang semakin parah dan mendesak untuk segera ditangani.
Anggota DPRD Pasangkayu, Arham Bustaman, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini tidak berhenti sebatas survei.
Politisi Nasdem itu, menekankan pentingnya langkah konkret dan cepat dari pihak balai.
“Ini bukan lagi sekadar potensi ancaman. Dampaknya sudah nyata dirasakan masyarakat,” tegas Arham. Sabtu, (28/3/2026)
Di wilayah Pangiang, abrasi bahkan telah menyebabkan air laut meluap hingga ke badan jalan provinsi, mengganggu akses transportasi dan membahayakan pengguna jalan.
Sementara di Polewali, abrasi sungai telah menggerus permukiman warga hingga menyebabkan sebagian rumah berada dalam kondisi menggantung.
Situasi ini dinilai sangat darurat karena tidak hanya mengancam infrastruktur, tetapi juga keselamatan warga setempat.
DPRD Pasangkayu pun mendesak agar BWS Sulawesi III Palu segera menindaklanjuti hasil peninjauan dengan langkah penanganan teknis yang cepat dan terukur.
Pemerintah Desa bersama masyarakat kini menaruh harapan besar pada keseriusan pemerintah pusat melalui balai sungai untuk segera merealisasikan perbaikan, guna mencegah kerusakan yang lebih luas.(*)
