Dosen APTIKIS Peluang Lanjut di UKM Malaysia

Kunjungan APTIKIS dengan 14 Perguruan Tinggi ke UKM (Dok UKM)

Malaysia, 50detik.com— Para dosen dan mahasiswa diberbagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia terbuka kesempatan untuk lanjut kuliah di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) setelah  Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS) dan 14 perguruan tinggi swasta (PTS) menjalin kerja sama strategis dengan universitas tersebut .

‎Kunjungan rombongan APTIKIS yang dipimpin Ketua Umumnya, Dr H Maslim Halimin, MAg diterima di ruangan Canselori Universiti Kebangsaan Malaysia, Senin, 4 Agustus 2025, Lembaga Pengarah Universiti, Prof. Emeritus Dr. Dato’ Mohamad Abd Razak.

‎Maslim mengungkapkan, kerjasama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

‎”Kolaborasi ini akan membuka jalan bagi para dosen dan mahasiswa dari 14 PTS untuk melanjutkan studi mereka di UKM, salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Program yang ditawarkan mencakup berbagai bidang, terutama di bidang kajian Islam, yang merupakan fokus utama APTIKIS,’ ungkap Maslim melalui WhatsApp, Selasa (5/8/2025)

‎Dikatakan, kerja sama tersebut tidak hanya akan meningkatkan kompetensi para dosen dan mahasiswa, tetapi juga memperkuat jaringan akademis antara Indonesia dan Malaysia.

Program ini, katanya, merupakan rangkaian kunjungan ke Malaysia-Thailand-Singapura. Untuk Malaysia, selain UKM juga mengadakan simposium bersama dengan UCYP University di Pahang yang direncanakan  Selasa, 5 Agustus 2025.

‎Salah satu yang turut serta adalah Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke, Academic Development Fellowship menyatakan bahwa dengan adanya kunjungan ini, merupakan kelanjutan dalam kerjasama dengan UKM. “Untuk perjalanan Agustus ini dalam kerangka APTIKIS,” kata Ismail Suardi Wekke.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama pendidikan lintas negara lainnya, mendorong inovasi, dan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global,” jelas Ismail. (***)

<span;>‎

Pos terkait