Laporan Suleman Dj Latantu

Tolitoli50detik com. Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tolitoli, Jumat pagi (22/10) menggelar _Forum Group Discussion (FGD)_ yang diikuti oleh 35 orang peserta guna membahas dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh (RP2KPKPK) Kabupaten Tolitoli. FGD yang berlansung sehari di Aula Hotel Bumi Harapan Tolitoli itu dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli diwakili oleh Asisten Sekretaris Daerah  bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Muh. Nur Munawar didampingi Kepala Disperkim Kabupaten Tolitoli Rahman Baculu, SE.

Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ir. Muh. Nur Munawar menjelaskan tempat pemukiman kumuh merupakan masalah kompleks di perkotaan yang mencakup persoalan lingkungan sosial dan ekonomi. Untuk itu diperlukan upaya penanganan pemukiman kumuh secara holistik dan terintegrasi yang didukung dengan perencanaan penanganan yang terpadu.

Menurut Bupati, dokumen RP2KPKPK merupakan dokumen rencana aksi penanganan dan pencegahan pemukiman kumuh perkotaan yang bersifat menyeluruh dan terpadu tidak hanya berupa rencana kegiatan penanganan bersifat fisik namun juga mencakup kegiatan – kegiatan yang bersifat non fisik seperti peningkatan kapasitas atau pemberdayaan masyarakat serta sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu, Bupati berharap agar dokumen RP2KPKPK yang telah disusun oleh kelompok kerja ini dapat mengakomodir kebutuhan program dan investasi untuk mewujudkan pemukiman yang bebas kumuh di Kabupaten Tolitoli. Penyusunan dan penetapan dokumen RP2KPKPK dapat menjadi landasan pemikiran dalam pemahaman penanganan perumahan dan pemukiman kumuh bagi seluruh stakeholder Pemerintah Daerah.

Kegiatan FGD ini dihadiri konsultan Ikhsan, ST,  sejumlah pejabat Pemerintah Daerah dan Pimpinan Instansi Vertikal serta seluruh pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).