Pasangkayu,50detik.com – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu secara resmi mencanangkan Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, sebagai Desa Tangguh Bencana, Rabu (24/12/2025) pagi.
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Pasangkayu yang diwakili Asisten II, Suhardi, dalam kegiatan Gerakan Desa Tangguh Bencana (G’DESTANA) bertema “Multikolaborasi Berbasis Kemandirian”.
Kegiatan yang dipusatkan di Jembatan Pangiang tersebut ditandai dengan pendirian tenda-tenda siaga BPBD serta pelaksanaan simulasi dan edukasi kebencanaan bersama masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam maupun non-alam di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
Suhardi menyampaikan bahwa Pasangkayu merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga upaya mitigasi dan penanganan dini harus terus diperkuat.
Ia mengapresiasi BPBD Pasangkayu yang tetap melaksanakan program tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Hasil kolaborasi dalam pencanangan Desa Tangguh Bencana ini akan dilaporkan ke pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan berkelanjutan,” kata Suhardi.
Sentara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, menjelaskan bahwa Desa Pangiang dipilih sebagai pilot project Desa Tangguh Bencana karena dinilai memiliki potensi dan kesiapan untuk menjadi percontohan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang, melainkan mendorong optimalisasi potensi lokal dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, pada malam hari masyarakat menerima materi edukasi kebencanaan dari tim konsultan kebencanaan, M. Amrul Khair dan Iman Agus Faisal, serta mengikuti praktik langsung penanganan darurat seperti penggunaan flying fox untuk evakuasi.
Kepala Desa Pangiang, Rizal mengaku senang desanya dipilih menjadi desa tangguh bencana. Tentunya ini disambut baik dan diapresiasi.
“Kami akan mempersiapkan tenaga tenaga yang ada didesa akan dilatih Tim BPBD Pasangkayu dari palu yang sengaja dihadirkan di lokasi pencanangan desa tangguh” Ungkapnya
Tentunya diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat bisa terhindar dari resiko bencana.
Selain itu, Konsultan kebencanaan, M Amrul Khair mengaku mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat baik dan penting sebagaimana dalam peraturan.
“Desa tangguh bencana sangat dianjurkan untuk diimplementasikan di indonesia, karena Indonesia merupakan negara beresiko bencana alam peringkat ketiga berdasarkan World Risk Index”Pungkasnya
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, pemerintah desa, serta masyarakat dan anggota Pramuka. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana di tingkat desa. (*)





