Palu, 50detik.com – Debat pertama pasangan calon ( Paslon) Walikota/Wakil Walikota Palu, yang digelar di Best Westrn Hotel berlangsung sukses dan lancar pada Selasa (27/10/2020).
Meskipun sukses digelar, ada penampilan menohok, menjadi tontonan ribuan pasangan mata dalam debat yang disiarkan langsung Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) Palu.

Pada sesi tanya jawab antara Calon Wakil Walikota, Paslon nomor 1 menyerang Paslon nomor 3 yang mengungkapkan saat bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi September 2018 lalu, tinggalkan Kota Palu. Sontak saja pernyataan tersebut langsung direspon oleh DR Intam Kurnia selaku moderator.
” Tolong para Paslon tidak menyerang personal,” kata Moderator.

Walhasil debat sesi pertama ini bisa dikendalikan dan masyarakat bisa melihat kualitas para calon Walikota kedepan.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Media Center H2P Angga Ahmad Rumu menyayangkan pernyataan Calon Wakil Walikota nomor urut 1 Wahyudin.
Menurutnya, seyogyanya pernyataan yang tidak mengandung kebenaran bahkan berbau fitnah seperti itu, tidak dilontarkan di forum debat yang disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat.

” Mestinya dalam proses debat menjadi penggalian dan pendalaman program masing-masing, bukan ajang dugaan dan kecurigaan pada pihak tertentu,” kata Angga yang ditemui usai nonton debat di Cafe DM, Selasa (27/9/2020).

Dalam debat seharusnya lebih pada penyampaian visi dan misi serta program keunggulan masing-masing Paslon, bukan menyebar informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya.

Apalagi menurut Angga, saat musibah melanda Kota Palu, Hidayat selaku Walikota tidak pernah meninggalkan wilayah ini. Bahkan di malam hari, usai kejadian, Hidayat langsung berjibaku dan melakukan evakuasi terhadap korban-korban tsunami di Pantai Talise.

” Ini fakta dan ada videonya yang tidak bisa kita naifkan. Jika isyu-isyu murahan seperti ini terus dihembuskan tetap juga tidak akan berpengaruh terhadap masyarakat. Karena masyarakat pun tahu sejaumana upaya dan kerja keras baik Walikota maupun Wakl Walikota ketika itu,” paparnya.

Meski demikian sebagai tim pemenagan pasangan nomor urut 3 Hidayat-Habsa, dirinya kata Angga bertanggungjawab untuk meluruskan agar tidak menjadi bola liar di masyarakat atas pepesan kosong calon Wakil Walikota.

” Ini panggilan moral untuk meluruskan karena apa yang diungkapan saat debat tidak mengandung kebenaran,” pungkasnya.

Penulis : Abi Fachri