Palu, 50detik.com– Poltekkes Kemenkes Palu Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan (Prodi Sarter) gelar program unggulan bertajuk Intervensi Holistik Berbasis Yoga dalam Asuhan Kebidanan di ruang serba guna Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palu, jalan Thalua Konci Mamboro, Palu. (14/05).
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palu, Siti Hadijah Batjo, SSiT., MPH., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pendekatan holistik dalam pelayanan kebidanan. “Melalui praktik yoga yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesejahteraan ibu hamil, mengurangi kecemasan, serta mempersiapkan ibu secara fisik dan mental menjelang persalinan, kami ingin mahasiswa mampu mengintegrasikan pendekatan ini dalam praktik mereka, “ujarnya.
Hadijah menambahkan bahwa asuhan holistik berbasis yoga dalam pelayanan kebidanan terbukti dapat meningkatkan kebugaran serta menurunkan risiko penyakit jantung pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas.
Sementara itu Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu, Hastuti Usman, SST. M.Keb.,mengungkapkan kegiatan ini memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan tentang pentingnya prenatal yoga, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental selama masa kehamilan.
“Melalui pelatihan ini, mahasiswa mampu memberikan informasi kepada ibu hamil keterampilan praktis seperti teknik pernapasan, relaksasi, dan gerakan yoga yang aman, dan memberdayakan ibu hamil agar lebih percaya diri dalam menjaga kesehatannya dan mempersiapkan persalinan dengan lebih tenang dan nyaman,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa kebidanan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik langsung di masyarakat. “Ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam promosi kesehatan ibu dan anak serta upaya menjalin hubungan baik antara calon tenaga kesehatan dan masyarakat,” pungkasnya.
Dua dosen Poltekkes Kemenkes Palu, Mardiani Mangun, S.SiT, MPH dan Olkamien J. Longulo,S.Kep.,Ns., M. Sc, yang ditunjuk panitia memberikan materi Prenatal Yoga kepada 54 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan secara bersamaan.
Mengawali sesi, Mardiani menyampaikan apresiasi atas semangat para mahasiswa. ” Assalamu’alaikum dan selamat pagi sungguh luar biasa melihat antusiasme kalian mengikuti sesi inti PKKB hari ini,” ujarnya. Mantan Ketua IBI Sulteng ini memperkenalkan prenatal yoga sebagai metode yang efektif untuk menjaga kesehatan ibu hamil, terutama saat menghadapi tekanan dalam situasi darurat.
Olkamien menambahkan bahwa prenatal yoga tidak hanya membantu aspek fisik, tetapi juga penting untuk keseimbangan psikis, sosial, dan spiritual ibu hamil. “Dalam situasi krisis, tekanan dan ketidakpastian bisa meningkat, dan di sinilah peran prenatal yoga menjadi sangat signifikan,” jelasnya.
Melalui pemaparan materi dan tayangan slide, keduanya menjelaskan berbagai manfaat prenatal yoga, antara lain membantu relaksasi, mengurangi stres, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi nyeri punggung, serta mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan.
Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung gerakan dasar prenatal yoga yang dipandu oleh kedua dosen. Mahasiswa diminta untuk memperhatikan teknik gerakan dan pernapasan yang aman dan sesuai bagi ibu hamil.
Sebagai bagian dari aplikasi pembelajaran, Mardiani mengumumkan bahwa pada hari Jumat mendatang, para mahasiswa akan mempraktikkan keterampilan mereka secara langsung dengan membimbing ibu-ibu hamil yang telah terdata di puskesmas.
Olkamien menambahkan bahwa kegiatan ini akan ditutup dengan evaluasi praktik kelompok. Setiap kelompok akan diminta menyusun sekuens gerakan yoga bertema “Connect the Baby”, mulai dari pemanasan, inti, hingga pendinginan. Evaluasi ini akan menjadi dasar kelulusan dan penerbitan sertifikat kompetensi dalam pengelolaan krisis kesehatan.
Melalui kegiatan ini, kedua dosen ini berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep prenatal yoga, tetapi juga mampu mengaplikasikannya sebagai bentuk dukungan terhadap ibu hamil, terutama dalam kondisi darurat atau terdampak bencana.(tha)





