Banawa, 50detik.com– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan bakti sosial (baksos) di Donggala, Senin (18/5/2020).

Baksos yang adakan berupa pelayanan kontrasepsi gratis dan pembagian Sembilan bahan pokok (sembako) kepada akseptor yang telah mendapatkan pelayanan KB.

Khusus untuk bantuan sembako diserahkan langsung tenaga ahli anggota Komisi IX DPR RI Muh Taufan, yang mewakili Drs Anwar Hafid MSi dan Kepala Perwakilan Bkkbn Sulteng Dra Maria Ernawati MM kepada Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH MH yang selanjutnya bupati menyerahkan kepada masyarakat Donggala di Ruangan Kantor Bupati Donggala, di Kelurahan Gunung Bale, Banawa.

Erna mengatakan bahwa sebagai Lembaga yang mempunyai core bisnis pembangunan keluarga maka BKKBN berbagi untuk keluarga di masa pandemi virus korona. “Kami memberikan bantuan sembako untuk keluarga rentan dimasa covid-19,” ujarnya. Pelaksaan kegiatan disaksikan langsung tenaga ahli Komisi IX DPR RI.

Katanya, komisi IX DPR merupakan mitra kerja BKKBN yang melakukan fungsi pengawasan. Komisi IX melaksanakan monitoring untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi BKKBN.

“Donggala dipilih untuk monitoring karena kami ada baksos sembako 1000 paket dan melaksanakan pelayanan kb gratis untuk 300 akseptor selama 2 (dua) hari.
Kegiatan baksos ini merupakan rangkaian program Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (Akie) program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencama (Bangga kencana) Bersama Mitra Kerja.

Erna mengungkapkan bahwa pada masa pandemi virus corona pelayanan KB-nya di Sulteng relatif meningkat. Namun, BKKBN tetap melaksanakan pelayanan KB sebagai antisipasi mencegah kehamilan.

Ia mengimbau agar pasangan usia subur (PUS) menunda kehamilan karena terkait dengan pelayanan Kesehatan. Ada lebih 409 ribu akseptor KB di Sulteng dan BKKBN siap membantu alokon secara cuma-Cuma.

Katanya, dimasa pandemi virus korona, pelayanan kesehatan sulit diakses karena diutamakan untuk pasien covid-19. Selain itu, daya tahan ibu-ibu hamil biasaya menurun sehingga rentan penyakit.

“Jika sakit, apalagi kalau ibu hamil terinfeksi korona maka banyak konsumsi obat-obatan sehingga berpengaruh pada janin. Jadi, saya imbau lebih baik mencegah. Ibu-ibu pending dulu untuk punya anak,” harapnya.

Anwar Hafid melalui tenaga ahlinya, Muhamad Taufan, menyampaikan terima kasih pada Bupati Donggala Kasman Lassa atas kesempatan.

“Pak Hafid menyampaikan bahwa komisi IX siap bantu untuk kembangkan kabupaten. Komisi IX Siap bekerjasama agar pembangunan berjalan lancar,” katanya.

“Salam hormat kepada Pak Anwar (Anwar Hafid), sahabat lama saya dan sekarang di DPR RI,” ujar Bupati Donggala Kasman Lassa mengawali ucapan terima kasihnya atas dipilihnya Donggala sebagai tempat pelaksanaan kegiatan BKKBN dan Komisi IX DPR RI.

Katanya, pelaksanaan kegiatan di Donggala atas kehendak dan izin Allah. Terima kasih kepada BKKBN pusat, provinsi, dan kabupaten. Tenaga ahli DPR RI atas kontribusi yang baik pada Donggala,” ujarnya. Katanya, Donggala mempunyai penduduk lebih 321 ribu jiwa yang mendiami 16 kecamatan.

SUMBER Humas BKKBN Sulteng